BERITAPERS || MAKASSAR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wajo kembali melanjutkan upaya peningkatan mutu pendidikan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) intensif. Bimtek Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Angkatan II secara resmi dibuka di Hotel Continent Makassar, Senin (13/10/2026).
Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni mulai 13 hingga 17 Oktober 2025. Total 120 guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang sekolah di Kabupaten Wajo hadir sebagai peserta, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengembangan profesionalisme.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Drs. H. Alamsyah, M.Si., dalam sambutannya, menjelaskan bahwa Bimtek ini adalah jawaban konkret atas tantangan yang dihadapi guru dan kependidikan di era kekinian.
Ia menggarisbawahi tiga persoalan utama yang menjadi fokus perhatian Disdikbud Wajo. “Pertama, berkaitan dengan kompetensi gurunya sendiri. Kedua, masalah redistribusinya, pemerataan guru. Ketiga, persoalan kesejahteraannya dan perlindungan guru itu sendiri,” urainya.
H. Alamsyah menegaskan bahwa langkah awal untuk mengatasi tantangan tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Sekarang hari ini kami menjawab bagaimana meningkatkan kompetensinya melalui bimbingan teknis,” jelasnya.
Bimtek Angkatan II ini difokuskan pada tiga kelompok materi yang saling mendukung. Yang pertama adalah penguatan literasi dan numerasi, yang merupakan fondasi fundamental bagi keberhasilan siswa di semua mata pelajaran.
Kemudian, materi kedua adalah pemanfaatan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pelatihan ini sangat vital seiring dengan visi pemerintah untuk mendorong sekolah-sekolah menuju digitalisasi pembelajaran.
Kelompok materi ketiga yang tak kalah penting adalah yang terkait dengan persoalan komunitas belajar (Kombel). Menurut Kepala Dinas, Kombel merupakan wadah krusial untuk berbagi pengetahuan.
“Mengapa ini penting Kombel? Karena kita sangat membutuhkan praktik-praktik itu bisa disebar ke teman-temannya. Bisa jadi pemantik bagi teman-temannya sehingga kelompok kerja guru itu semakin efektif,” pungkas Drs. H. Alamsyah, menekankan peran Kombel sebagai motor penggerak kolaborasi guru.
Kehadiran para pendidik dan tenaga kependidikan dari berbagai sekolah di Wajo dalam Bimtek ini menunjukkan tingginya animo mereka untuk berinvestasi pada peningkatan diri. Ini adalah sinyal positif bagi masa depan pendidikan di kabupaten tersebut.
Dengan Bimtek yang komprehensif ini, Disdikbud Wajo berharap dapat mencetak pendidik yang adaptif, inovatif, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sebagai investasi jangka panjang untuk kualitas generasi penerus Wajo. (RAF)










