BERITAPERS || MAKASSAR – Komitmen memperkuat transformasi digital secara inklusif di wilayah Indonesia Timur terus dipacu melalui sinergi strategis lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Takalar bersama Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar dan lembaga Kaizen Collaborative Impact menggelar pertemuan krusial guna membahas pengembangan program edukasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta perluasan literasi digital bagi masyarakat.
Pertemuan strategis tiga pilar tersebut berlangsung khidmat di Markas Kodaeral VI Makassar pada Selasa, 28 Juli 2026.
Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., Komandan Kodaeral VI Makassar, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., serta Direktur Eksekutif Kaizen Collaborative Impact, Ismita Saputri.
Pertemuan ini menjadi wadah evaluasi berkala terhadap efektivitas program literasi digital yang telah berjalan, sekaligus mematangkan pemetaan peluang kolaborasi lanjutan dalam memperluas jangkauan edukasi pemanfaatan teknologi AI di kawasan Indonesia Timur.
Dalam pemaparannya, pihak Kaizen Collaborative Impact membeberkan progres capaian program AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN).
Program inisiatif dari ASEAN Foundation yang disokong oleh Google.org ini difokuskan untuk mendampingi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu mengadopsi teknologi AI secara bijak, aman, dan bertanggung jawab demi meningkatkan produktivitas serta daya saing bisnis.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyambut hangat dan memberi dukungan penuh atas penguatan kolaborasi multipihak ini. Mantan eksekutif BUMN tersebut menekankan pentingnya menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal di era pesatnya perkembangan teknologi.
”Lompatan teknologi digital, khususnya AI, harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas SDM yang mumpuni. Maksudnya agar masyarakat, pelaku UMKM, hingga aparatur sipil daerah dapat memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai peluang emas untuk mendongkrak produktivitas usaha serta mengoptimalkan kualitas pelayanan publik,” tutur Daeng Manye.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Komandan Kodaeral VI Makassar, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz. Pihaknya menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung ekspansi edukasi digital yang berdampak nyata bagi masyarakat di wilayah kerja Kodaeral VI.
Bahkan, dukungan Kodaeral VI Makassar ini membuka ruang kerja sama terpadu yang lebih luas, termasuk rencana penyelenggaraan pelatihan dan literasi AI khusus bagi jajaran personel TNI AL, keluarga besar Kodaeral VI, hingga para purnabakti.
Selain membahas skema AIM ASEAN, pertemuan ini mengulas rencana penerapan program AI Ready ASEAN dan SCAM Ready ASEAN. Program ini menitikberatkan pada edukasi etika penggunaan AI, perlindungan data pribadi, pemahaman keamanan siber, serta peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman maraknya modus penipuan digital (scamming).
Sinergi solid antara Pemkab Takalar, Kodaeral VI Makassar, dan Kaizen Collaborative Impact menjadi wujud nyata bahwa transformasi digital di Indonesia Timur tidak sekadar menghadirkan perangkat teknologi baru.
Lebih dari itu, kolaborasi ini bertujuan mencetak masyarakat yang cakap digital, produktif memanfaatkan AI, benteng dari kejahatan siber, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.



















Discussion about this post