BERITAPERS || LUWU UTARA – Guna mengantisipasi potensi konflik agraria serta menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Direktorat Intelkam Polda Sulawesi Selatan menggelar silaturahmi bersama Himpunan Mahasiswa Rongkong Indonesia (HMRI). Agenda strategis ini berlangsung di Kabupaten Luwu Utara pada Kamis, 24 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Panit 2 Subdit Ekonomi Ditintelkam Polda Sulsel, IPDA Eddy Saputra Julian, S.AN, bersama salah satu pendiri HMRI, Sdr. Hanzes Suru, beserta jajaran pengurus mahasiswa.
Pertemuan ini difokuskan untuk membangun komunikasi konstruktif dan dialog terbuka antara aparat kepolisian dengan elemen mahasiswa dalam merespons dinamika rencana pengembangan proyek energi panas bumi (geothermal) di wilayah Kabupaten Luwu Utara.
IPDA Eddy Saputra Julian menegaskan bahwa isu pengelolaan sumber daya alam dan proyek strategis perlu disikapi secara objektif, rasional, dan mengedepankan keterbukaan informasi agar tidak tereskalasi menjadi konflik sosial maupun pertanahan.
”Kami mengajak rekan-rekan HMRI untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi simpang siur. Aspirasi warga adalah bagian penting dari pembangunan, namun penyampaiannya harus mengedepankan jalur dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku,” ujar IPDA Eddy.
Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat stabilitas wilayah, mengedepankan koordinasi lintas sektor, serta menghindari aksi provokatif yang berpotensi memicu perpecahan.
Sementara itu, pendiri HMRI, Hanzes Suru, memberikan apresiasi atas langkah proaktif Ditintelkam Polda Sulsel dalam membuka ruang diskusi. Pihaknya menilai pendekatan persuasif seperti ini penting untuk menyelaraskan persepsi atas kekhawatiran dampak lingkungan dan sosial di tengah masyarakat Rongkong dan sekitarnya.
”HMRI berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat secara bertanggung jawab dan sesuai koridor hukum. Kami berharap ruang dialog seperti ini terus terjaga sehingga setiap dinamika di lapangan dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan benturan,” tegas Hanzes Suru.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang membedah berbagai aspek sosial, hukum, dan lingkungan terkait rencana proyek panas bumi. Diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif tersebut ditutup dengan kesepakatan bersama untuk menjaga iklim keamanan di Kabupaten Luwu Utara tetap aman, sejuk, dan kondusif.





















Discussion about this post