BERITAPERS || PAREPARE – Menghadapi potensi meningkatnya intensitas curah hujan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare terus mengoptimalkan langkah mitigasi bencana melalui program pembersihan sungai. Salah satu upaya yang kini diprioritaskan adalah pembersihan aliran Sungai Lauleng di Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, sebagai bagian dari strategi mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman warga.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Parepare, Irwan, S.ST., MAP bersama Pemerintah Kecamatan Soreang. Peninjauan lapangan turut dihadiri Camat Soreang Andi Nurpati Katoe, S.KM, Lurah Bukit Harapan, Ketua LPMK, Ketua RW, serta jajaran teknis Dinas PUPR yang memastikan seluruh proses pembersihan sungai berjalan sesuai target.
Dalam kegiatan itu, Dinas PUPR mengerahkan alat berat berupa ekskavator untuk mengangkat endapan lumpur, sedimentasi, serta membersihkan tumpukan sampah dan material lain yang menghambat aliran Sungai Lauleng. Pendangkalan yang terjadi selama beberapa waktu terakhir dinilai telah mengurangi kapasitas tampung sungai sehingga berpotensi menyebabkan luapan air saat hujan deras.
Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kota Parepare, Irwan, S.ST
,MAP, mengatakan bahwa pembersihan sungai merupakan bagian dari program rutin pemeliharaan infrastruktur sumber daya air yang terus dilakukan pemerintah sebagai langkah antisipatif menghadapi musim penghujan.
Menurutnya, pekerjaan tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik sungai, tetapi juga memastikan fungsi sungai sebagai saluran utama pengendali limpasan air tetap berjalan optimal.
“Kami terus melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang mengalami pendangkalan maupun penyumbatan. Sungai Lauleng menjadi salah satu prioritas karena memiliki peran penting dalam mengalirkan debit air dari kawasan permukiman di Kecamatan Soreang. Melalui normalisasi ini kami ingin mengembalikan kapasitas sungai sehingga mampu mengurangi risiko terjadinya banjir,” ujar Irwan.
Ia menjelaskan, sedimentasi yang terus menumpuk akan mempersempit badan sungai sehingga aliran air menjadi tidak lancar. Kondisi tersebut diperparah apabila terdapat sampah rumah tangga maupun ranting pohon yang menyumbat aliran.
Karena itu, selain melakukan pengerukan dasar sungai, tim Dinas PUPR juga membersihkan sampah, semak belukar, dan material lainnya yang berpotensi menghambat arus air.
Irwan menegaskan bahwa upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi. Oleh sebab itu, Dinas PUPR terus mengedepankan langkah-langkah preventif melalui pemeliharaan sungai, saluran drainase, dan infrastruktur pengendali banjir lainnya secara berkala.
“Mitigasi banjir harus dimulai sebelum musim hujan tiba. Jangan menunggu terjadi genangan atau banjir baru dilakukan penanganan. Prinsip kami adalah mencegah lebih baik daripada menangani dampaknya. Karena itu, pembersihan sungai menjadi salah satu program prioritas Dinas PUPR,” tegasnya.
Lebih lanjut, Irwan mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran drainase.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak akan bertahan lama apabila kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai masih rendah.
“Kami berharap masyarakat menjadi bagian dari solusi. Sungai yang sudah dibersihkan harus dijaga bersama. Jangan lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah karena dampaknya akan kembali dirasakan masyarakat sendiri melalui banjir dan kerusakan lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Camat Soreang, Andi Nurpati Katoe, S.KM, memberikan apresiasi kepada Dinas PUPR Kota Parepare atas respons cepat dalam menangani kondisi Sungai Lauleng. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kota, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memperkuat upaya mitigasi bencana.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Dinas PUPR yang langsung menurunkan alat berat dan personel ke lapangan. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar potensi banjir dapat diminimalkan dan masyarakat merasa lebih aman menghadapi musim penghujan,” ujarnya.
Melalui program pembersihan Sungai Lauleng, Dinas PUPR Kota Parepare menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur sumber daya air sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah optimistis kapasitas sungai dapat kembali optimal sehingga ancaman banjir di wilayah Kecamatan Soreang dapat ditekan secara signifikan.
Pembersihan Sungai Lauleng menjadi bukti nyata bahwa upaya mitigasi bencana tidak hanya dilakukan melalui penanganan saat terjadi bencana, tetapi dimulai dari langkah-langkah preventif yang terencana, terukur, dan berkelanjutan demi melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga kualitas lingkungan di Kota Parepare. (MLP)





















Discussion about this post