BERITAPERS || WAJO – Kinerja unggul Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Gowa dalam mengakselerasi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) kembali membuahkan apresiasi tinggi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Pada puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Sulsel yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Calaccu, Kabupaten Wajo, pada 28–30 Juli 2026, Kontingen DPPKB Kabupaten Gowa sukses memborong total 15 penghargaan bergengsi.
Kepala DPPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas deretan prestasi yang berhasil diboyong ke Kabupaten Gowa.
”Alhamdulillah, 15 penghargaan ini menjadi kebanggaan kita bersama. Capaian ini murni lahir dari komitmen kuat pimpinan daerah serta kerja keras tanpa henti dari para petugas dan kader di lapangan,” ungkap Sofyan.
Di antara belasan penghargaan yang diterima, terdapat tiga capaian terbaik yang menonjol. Pertama, Terbaik 1 Kategori Kabupaten/Kota dengan Capaian Pelayanan Peserta Baru (PB) pada Pelayanan KB Serentak. Kedua, Juara 1 Lomba Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Terbaik Kategori Kabupaten yang diraih oleh Desa Tonasa. Ketiga, penghargaan atas Cakupan 100 Persen Sampel Keluarga Terdata pada Pelaksanaan Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK-25).
Sofyan menambahkan bahwa deretan raihan positif ini menjadi lecutan motivasi bagi Pemkab Gowa untuk terus memperkuat muti dan jangkauan layanan publik di bidang penguatan ketahanan keluarga. Menurutnya, kesuksesan program Bangga Kencana sangat bergantung pada integrasi dan sinergi lintas elemen di akar rumput.
”Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para penyuluh KB, kader posyandu, mitra kerja, serta masyarakat luas. Mereka adalah garda terdepan yang memastikan pesan edukasi dan pelayanan kesehatan reproduksi tersampaikan tepat sasaran,” pungkasnya.
Dengan torehan prestasi ini, Pemkab Gowa semakin memantapkan posisinya sebagai daerah yang berkomitmen tinggi dalam mencetak generasi berkualitas serta menekan angka stunting melalui penguatan institusi keluarga.










