BERITAPERS || Makassar — Kegiatan penjemputan sampah oleh Bank Sampah Pusat dari Bank Sampah Unit (BSU) Pesona Mulia RW 04, Kelurahan Kunjung Mae, dilaksanakan pada Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesadaran lingkungan di tingkat warga.
Dalam kegiatan tersebut, sampah yang dijemput didominasi oleh jenis plastik bersih yang sebelumnya telah dipilah secara mandiri oleh warga. Tercatat sebanyak 24 karung sampah plastik dengan total berat mencapai 120 kilogram berhasil dikumpulkan hanya dalam kurun waktu satu minggu. Capaian ini menunjukkan tingginya partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Ketua BSU Pesona Mulia RW 04, Hasnawati Haris yang juga merupakan Ketua RT 04 ORW 04, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kesadaran kolektif warga dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
“Kesadaran masyarakat semakin meningkat. Warga tidak hanya membuang sampah, tetapi mulai memahami nilai ekonomis dari sampah yang dipilah, terutama plastik,” ujarnya.
Ketua RW 04 Kelurahan Kunjung Mae, Thohad Hasli, turut memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam program bank sampah tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil dari kebersamaan dan komitmen warga dalam menjaga lingkungan.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa jika masyarakat bersatu dan memiliki kesadaran bersama, persoalan sampah bisa dikelola dengan baik. Kami sangat mengapresiasi peran aktif warga RW 04 yang konsisten melakukan pemilahan sampah dari rumah,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Kunjung Mae, Syafruddin, SE., MM., memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian tersebut dan menilai program bank sampah sebagai langkah strategis dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
“Program bank sampah ini merupakan salah satu solusi nyata dalam mengurangi beban sampah di lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan konsistensi warga RW 04 yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Syafruddin.
Ia juga berharap gerakan ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kelurahan Kunjung Mae.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat terus berkelanjutan dan menjadi budaya di tengah masyarakat. Pemerintah kelurahan tentu akan terus mendukung setiap upaya positif yang berdampak pada lingkungan dan kesejahteraan warga,” tambahnya.
Penjemputan oleh Bank Sampah Pusat menjadi bagian penting dalam rantai pengelolaan sampah, karena memastikan bahwa sampah yang telah dipilah dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali secara optimal. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan motivasi bagi warga untuk terus aktif berpartisipasi dalam program bank sampah.
Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Di sisi lain, pengelolaan sampah berbasis komunitas ini juga memiliki potensi ekonomi, karena sampah yang terkumpul dapat dikonversi menjadi nilai rupiah bagi warga.
Dengan adanya sinergi antara warga, pengelola bank sampah unit, pemerintah kelurahan, serta Bank Sampah Pusat, upaya pengendalian sampah di Kelurahan Kunjung Mae diharapkan semakin efektif, berkelanjutan, dan dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya. (MLP)










