BERITAPERS || WAETUOE, LANRISANG — Camat Lanrisang Hasri Hadi, S.IP., menekankan pentingnya menjaga sportivitas, fair play, keamanan, dan persaudaraan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Kecamatan Lanrisang. Pesan tersebut disampaikan menjelang pertandingan sepak bola antara Barang Palie FC melawan Amassangang FC di Lapangan Sepak Bola Waetuoe, Selasa (11/8/2026).
Pertandingan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Porseni tingkat Kecamatan Lanrisang dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Memasuki hari ketiga pelaksanaan, antusiasme masyarakat semakin terlihat dengan hadirnya para pemain, official, panitia, perangkat pertandingan, serta masyarakat yang memberikan dukungan kepada kedua kesebelasan.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Lanrisang Hasri Hadi didampingi Kapolsubsektor Lanrisang IPDA Irwan Asmadi, SE., Babinsa Serma Suaib, Sekcam Lanrisang Firman Sahuddin, SH., M.AP., serta para kepala desa se-Kecamatan Lanrisang.
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, TNI, Polri, dan para kepala desa tersebut menjadi bentuk dukungan bersama terhadap pelaksanaan Porseni sekaligus memperlihatkan sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran kegiatan masyarakat.
Sebelum pertandingan dimulai, Hasri Hadi memberikan arahan kepada kedua kesebelasan. Ia meminta seluruh pemain menjadikan pertandingan sebagai ajang menunjukkan kemampuan terbaik, tetapi tetap mengedepankan sportivitas dan rasa saling menghormati.
Menurutnya, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan dalam sebuah kompetisi. Lebih penting adalah bagaimana pertandingan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan tetap mempererat hubungan persaudaraan masyarakat Kecamatan Lanrisang.
“Kalau menang itu hal biasa. Yang paling penting adalah bagaimana kita bertanding dengan menjaga sportivitas dan fair play. Kita serahkan sepenuhnya kepada tim pengadil di lapangan untuk menjalankan tugasnya sebaik-baiknya,” ujar Hasri Hadi.
Ia juga meminta seluruh pemain mempercayakan jalannya pertandingan kepada perangkat pertandingan. Setiap keputusan wasit harus diterima dengan bijaksana dan tidak menjadi alasan untuk memicu ketegangan di lapangan.
“Kita percaya kepada tim pengadil. Saya harap semuanya menerima keputusan di lapangan dengan bijaksana. Jangan sampai karena pertandingan, hubungan persaudaraan kita menjadi terganggu,” tegasnya.
Hasri Hadi juga mengingatkan panitia lokal agar meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan pertandingan. Pengaturan pemain, penonton, batas lapangan, hingga keamanan harus menjadi perhatian bersama.
“Teman-teman panitia lokal dalam pelaksanaannya harus benar-benar lebih ditingkatkan lagi. Saya ingin seluruh rangkaian kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik sampai selesai,” katanya.
Tidak kalah penting, Camat Lanrisang menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat dan penonton yang berada di sekitar Lapangan Sepak Bola Waetuoe. Ia meminta penonton tetap menjaga ketenangan dan tidak memasuki area yang telah dibatasi panitia.
“Saya harap seluruh penonton yang ada di sekitar lapangan lebih bijaksana. Apapun yang pernah terjadi di dalam lapangan, tetap di tempat dan jangan memasuki area yang sudah dibatasi oleh panitia,” pesannya.
Menurut Hasri Hadi, keberhasilan Porseni bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia maupun pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Karena itu, ia mengajak semua pihak menjaga suasana tetap kondusif sehingga seluruh rangkaian Porseni dapat berjalan sesuai harapan.
Pertandingan Barang Palie FC melawan Amassangang FC sendiri berlangsung sengit. Kedua kesebelasan tampil penuh semangat dan saling memberikan tekanan sepanjang pertandingan.
Setelah melalui pertandingan yang berlangsung ketat, Barang Palie FC akhirnya berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-2 atas Amassangang FC.
Meski Barang Palie FC keluar sebagai pemenang, Camat Lanrisang kembali menekankan bahwa hasil akhir bukanlah alasan untuk berlebihan dalam merayakan kemenangan maupun merendahkan tim lawan.
Bagi Hasri Hadi, setiap pertandingan harus menjadi pembelajaran sekaligus sarana membangun karakter. Kemenangan hendaknya diterima dengan rendah hati, sementara kekalahan harus disikapi dengan jiwa besar.
Porseni, kata dia, tidak semata-mata mencari siapa yang terbaik dalam bidang olahraga dan seni. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat, mempererat silaturahmi, membangun sinergi, serta menumbuhkan semangat persatuan dalam momentum kemerdekaan.
Pertandingan di Lapangan Sepak Bola Waetuoe pun menjadi gambaran bahwa kompetisi dapat berlangsung sengit tanpa harus menghilangkan rasa persaudaraan. Para pemain berjuang untuk tim masing-masing, sementara masyarakat memberikan dukungan dalam suasana penuh semangat.
Kehadiran IPDA Irwan Asmadi, SE., Serma Suaib, Firman Sahuddin, SH., M.AP., dan para kepala desa bersama Camat Lanrisang semakin memperkuat pesan bahwa Porseni merupakan kegiatan bersama yang membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat.
Di tengah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Hasri Hadi berharap semangat kebersamaan tersebut terus dipelihara hingga seluruh rangkaian Porseni tingkat Kecamatan Lanrisang berakhir.
“Yang kita jaga bukan hanya pertandingan. Kita jaga kebersamaan, persaudaraan, dan sinergi masyarakat Lanrisang,” ujarnya.
Kemenangan 3-2 Barang Palie FC atas Amassangang FC akhirnya menjadi bagian dari catatan perjalanan Porseni Kecamatan Lanrisang. Namun, pesan yang lebih besar dari pertandingan tersebut adalah bagaimana olahraga mampu menjadi ruang untuk memperkuat persatuan.
Sebab dalam kompetisi, kemenangan bisa diraih satu tim, tetapi dalam persaudaraan, seluruh masyarakat Lanrisang harus menjadi pemenang. (MLP)




















Discussion about this post