BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG – Camat Lanrisang Hasri Hadi, S.IP., bertindak sebagai pembina upacara dalam pelaksanaan upacara pagi di SMA Negeri 10 Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Senin (7/9/2026).
Dalam amanatnya, Hasri Hadi menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta didik mengenai arti penting doa, ridho, dan restu orang tua serta bimbingan guru dalam perjalanan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan seorang siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, kerja keras, serta keberkahan dari doa orang tua dan guru.
Di hadapan para siswa dan jajaran pendidik, Hasri Hadi mengingatkan bahwa orang tua merupakan sosok yang memiliki peran fundamental dalam perjalanan seorang anak. Doa dan restu mereka menjadi kekuatan moral yang dapat memberikan keteguhan kepada siswa dalam menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan.
Sementara guru, lanjutnya, tidak hanya berperan menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pembimbing yang mengarahkan siswa dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan sikap yang baik.
Karena itu, para siswa diharapkan senantiasa menghormati guru, menaati arahan yang diberikan, serta menjaga etika dan sopan santun di lingkungan sekolah.
“Jangan pernah melupakan doa dan ridho orang tua. Hormati guru dan ikuti bimbingannya. Terus belajar, berusaha dan jangan mudah menyerah, karena perjalanan menuju keberhasilan membutuhkan proses,” pesan Hasri Hadi dalam amanatnya.
Selain memberikan motivasi mengenai pentingnya restu orang tua dan guru, Hasri Hadi juga membagikan refleksi dari pengalaman pribadinya dalam menempuh pendidikan.
Ia menceritakan bahwa perjalanan menyelesaikan studi dan meraih cita-cita tidak selalu berlangsung mudah. Keterbatasan ekonomi keluarga pernah menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti berjuang untuk menyelesaikan pendidikan dan mencapai tujuan yang diharapkan.
Pengalaman itu kemudian dijadikan sebagai pelajaran sekaligus motivasi bagi para siswa. Hasri Hadi ingin menanamkan keyakinan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah dalam mengejar pendidikan dan cita-cita.
Menurutnya, setiap siswa memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih keberhasilan sepanjang memiliki kemauan untuk belajar, disiplin dalam menjalani proses, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Ia pun mengajak para peserta didik agar berani memiliki cita-cita dan terus berusaha mewujudkannya melalui proses pendidikan yang sungguh-sungguh.
“Jangan berkecil hati dengan keadaan. Jadikan setiap keterbatasan sebagai motivasi untuk lebih giat belajar. Tidak ada keberhasilan yang datang begitu saja tanpa perjuangan,” ujarnya.
Hasri Hadi juga memberikan perhatian terhadap pentingnya pembentukan karakter siswa. Menurutnya, prestasi akademik harus berjalan seiring dengan akhlak dan perilaku yang baik.
Siswa yang berhasil, kata dia, bukan hanya mereka yang mampu memperoleh nilai tinggi atau memenangkan berbagai kompetisi, tetapi juga mereka yang mampu menunjukkan sikap hormat kepada orang tua, guru, dan sesama.
Ia berharap para siswa SMA Negeri 10 Lanrisang dapat menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membentuk kepribadian yang kuat.
“Ilmu yang diperoleh di sekolah harus dibarengi dengan sikap dan karakter yang baik. Jadilah siswa yang membanggakan orang tua, menghormati guru dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan,” pesannya.
Pelaksanaan upacara tersebut berlangsung dalam suasana tertib dan khidmat. Kehadiran Camat Lanrisang sebagai pembina upacara sekaligus menjadi momentum untuk memberikan penguatan moral dan motivasi kepada generasi muda di wilayah Kecamatan Lanrisang.
Pesan yang disampaikan Hasri Hadi diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa dalam menjalani proses pendidikan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa dinilai menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan generasi berprestasi dan berkarakter.
Melalui momentum tersebut, para siswa SMA Negeri 10 Lanrisang diharapkan semakin termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, menghormati orang tua dan guru, serta tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
Bagi Hasri Hadi, perjalanan menuju prestasi bukanlah proses yang instan. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan, doa, serta dukungan dari orang-orang yang memiliki peran penting dalam kehidupan seorang siswa.
Pesan itu menjadi penutup amanat yang sekaligus menegaskan bahwa prestasi bukan hanya tentang hasil yang diraih, tetapi juga tentang proses, karakter, perjuangan, dan keberkahan dari doa serta ridho orang tua dan guru. (MLP)










