BERITAPERS || MIAMI – Minggu, 12 Juli 2026. Argentina memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Swiss dengan skor 3-1 dalam laga perempat final yang berlangsung dramatis. Kemenangan Albiceleste diraih melalui gol Alexis Mac Allister pada menit ke-10, Julián Álvarez di menit ke-112 babak perpanjangan waktu, serta Lautaro Martínez pada masa injury time (120+1). Satu-satunya gol Swiss dicetak Dan Ndoye pada menit ke-67. Hasil tersebut memastikan Argentina akan menghadapi Inggris di babak semifinal.
Laga berlangsung sengit sejak awal. Argentina membuka keunggulan lewat sundulan Alexis Mac Allister memanfaatkan sepak pojok Lionel Messi. Swiss yang tampil disiplin mampu menyamakan kedudukan melalui Dan Ndoye pada babak kedua, memaksa pertandingan berlangsung semakin ketat. Momentum berubah setelah Swiss harus bermain dengan 10 orang, sebelum Julián Álvarez memecah kebuntuan di babak tambahan waktu dan Lautaro Martínez memastikan kemenangan lewat gol penutup di penghujung laga.
Keberhasilan ini bukan hanya mengantarkan Argentina ke empat besar, tetapi juga menghadirkan salah satu duel paling emosional dalam sejarah sepak bola dunia. Semifinal melawan Inggris akan membangkitkan kembali kenangan panjang rivalitas kedua negara yang berakar dari Perang Malvinas (Falkland) tahun 1982.
Bagi jutaan pendukung di Argentina dan Inggris, pertandingan ini memiliki makna yang jauh melampaui sepak bola. Memori konflik Malvinas masih menjadi bagian penting dari sejarah kedua bangsa. Di lapangan hijau, rivalitas tersebut semakin dikenang setelah pertemuan legendaris di Piala Dunia 1986, ketika Diego Maradona mencetak gol kontroversial “Hand of God” dan “Goal of the Century”, dua momen yang hingga kini terus dikenang sebagai simbol persaingan Argentina dan Inggris.
Kini, lebih dari empat dekade setelah konflik itu berakhir, generasi baru akan menulis babak baru rivalitas tersebut. Argentina datang dengan semangat mempertahankan status sebagai juara bertahan, sementara Inggris membawa ambisi besar untuk mengakhiri penantian panjang menuju gelar juara dunia.
Meski sejarah akan selalu menjadi bagian dari narasi pertandingan ini, duel di semifinal tetap menjadi panggung sportivitas. Para pemain yang akan turun ke lapangan merupakan generasi yang lahir jauh setelah Perang Malvinas usai. Mereka membawa satu tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kebanggaan negaranya melalui permainan terbaik di atas lapangan hijau.
Ketika peluit awal dibunyikan nanti, dunia tidak hanya akan menyaksikan pertandingan semifinal Piala Dunia, tetapi juga kelanjutan dari salah satu rivalitas terbesar dalam sejarah sepak bola. Argentina dan Inggris kembali dipertemukan dalam laga yang sarat emosi, sejarah, dan gengsi, namun kali ini seluruh pertarungan akan ditentukan melalui kualitas permainan, bukan konflik, melainkan semangat fair play demi satu tiket menuju final Piala Dunia 2026. (MLP)






















Discussion about this post