BERITAPERS || GOWA – Langkah nyata dalam mendorong transformasi sektor peternakan berbasis korporasi dan berkelanjutan terus dipacu di wilayah dataran tinggi Kabupaten Gowa. Koperasi Bolaromang Sejahtera berkolaborasi dengan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resources and Enterprises (I-CARE) Sulawesi Selatan, sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Hijauan Berbasis Konservasi, Sabtu, 11 Juli 2026.
Kegiatan strategis yang dipusatkan di Kantor Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolopao ini difokuskan pada penguasaan teknik silase dan fermentasi pakan guna mendongkrak kualitas nutrisi ternak sapi potong secara mandiri.
Agenda ini hadir sebagai solusi konkret dalam menjawab tantangan klasik peternak lokal, yakni fluktuasi ketersediaan pakan hijauan akibat anomali cuaca dan peralihan musim. Dengan menggandeng narasumber ahli dari Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, para peternak dibekali formula praktis mengenai manajemen pakan yang efisien, murah, dan berprotein tinggi.
Mengurai Teknologi Silase dan Fermentasi pakan
Dalam pemaparannya, tim ahli Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa menggarisbawahi bahwa kunci utama keberhasilan program penggemukan (fattening) sapi potong terletak pada konsistensi kualitas nutrisi harian. Ketergantungan menahun pada hijauan segar terbukti kerap menyulitkan peternak saat memasuki musim kemarau.
Untuk mengatasi hal tersebut, bimtek ini mengupas tuntas dua formulasi pakan modern:
- Teknik Silase: Metode pengawetan hijauan—seperti rumput gajah, odot, maupun limbah pertanian—melalui proses fermentasi asam laktat di dalam kondisi anaerob (kedap udara). Pola ini membuat cadangan pakan hijau mampu bertahan dalam jangka panjang tanpa mendegradasi kandungan nutrisi asli tanaman.
- Teknik Fermentasi: Edukasi mendalam mengenai pemanfaatan jerami padi dan limbah tanaman jagung menggunakan cairan starter bakteri (probiotik) serta molase (tetes tebu). Proses kimiawi alami ini berfungsi memecah serat kasar menjadi senyawa organik yang mudah diserap sistem pencernaan sapi, sehingga mempercepat akselerasi bobot badan ternak.
Transformasi Menuju Korporasi Peternak Desa
Program I-CARE besutan BPMP Sulawesi Selatan diproyeksikan sebagai roda penggerak untuk mengubah pola peternakan tradisional-konvensional menuju ekosistem industri yang terintegrasi. Lewat stimulus pendampingan ini, Koperasi Bolaromang Sejahtera didorong untuk mengonsolidasi para peternak rakyat agar memiliki posisi tawar dan skala bisnis yang lebih profesional.
”Kegiatan ini bukan sekadar transfer ilmu atau pelatihan seremonial, melainkan pijakan awal kita bersama untuk membangun kemandirian pakan di tingkat desa. Lewat penguasaan teknologi silase dan fermentasi, peternak di Tombolopao tidak boleh lagi didera kecemasan kekurangan pakan saat kemarau. Ini fondasi wajib jika kita ingin menaikkan skala usaha komunal,” tegas Ketua Koperasi Bolaromang Sejahtera, Andi Jemma.
Tiga Dampak Ekonomi Konkret untuk Warga
Penerapan teknologi pakan fermentasi ini diproyeksikan membawa efek domino yang masif pada tiga sektor utama:
- Efisiensi Biaya Produksi: Memotong ketergantungan peternak pada pakan konsentrat pabrikan yang harganya fluktuatif, dengan cara memaksimalkan potensi limbah pertanian lokal.
- Peningkatan Kualitas Output: Sapi yang mengonsumsi pakan terfermentasi memiliki metabolisme yang lebih baik, tingkat stres rendah, serta menghasilkan kualitas daging prima.
- Ketahanan Usaha (Resiliensi): Membentuk ekosistem peternakan yang tangguh dan adaptif terhadap ancaman krisis iklim global.
Pantauan di lokasi, agenda bimtek ditutup dengan sesi praktik langsung pembuatan silase di dalam drum plastik (silase skala rumahan) yang diikuti secara antusias oleh seluruh anggota koperasi. Sinyal positif ini menandai bahwa modernisasi peternakan di Kecamatan Tombolopao kini bergerak ke arah yang lebih terukur, di mana Pemerintah Kabupaten Gowa melalui dinas terkait berkomitmen melakukan pengawalan berkala agar inovasi pakan ini diadopsi secara massal.





















Discussion about this post