Salah satu aspek penting yang turut terdampak adalah pajak hotel yang merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram. Dengan berkurangnya jumlah tamu yang menginap serta berkurangnya penyelenggaraan acara, pajak yang masuk dari sektor perhotelan juga mengalami penurunan. Ini tentu menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Mataram dalam menjaga stabilitas penerimaan daerah di tengah meningkatnya kebutuhan anggaran untuk berbagai sektor pembangunan dan layanan publik.
Menurut data BKD Kota Mataram, kontribusi pajak hotel biasanya memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap pendapatan daerah. Namun, dengan semakin sedikitnya kegiatan MICE, ada kekhawatiran bahwa target penerimaan pajak hotel pada tahun ini tidak akan tercapai. Selain itu, hotel-hotel yang mengalami penurunan pendapatan juga terpaksa melakukan efisiensi biaya operasional, yang bisa berujung pada pengurangan jumlah karyawan atau pemangkasan berbagai layanan.
Tidak hanya industri perhotelan yang merasakan dampak dari efisiensi anggaran ini. Sektor lain yang selama ini bergantung pada industri MICE juga ikut terdampak. Beberapa di antaranya adalah: Transportasi dan jasa travel, dengan berkurangnya jumlah tamu yang menginap di hotel, permintaan terhadap layanan transportasi seperti taksi, rental mobil, dan jasa travel juga menurun. Kuliner dan catering, banyak acara MICE yang biasanya melibatkan konsumsi dalam jumlah besar, baik dari restoran hotel maupun jasa katering dari luar. Dengan lebih sedikitnya acara yang diadakan, industri kuliner turut mengalami penurunan pendapatan. Bisnis yang bergerak dalam penyelenggaraan acara seperti penyewaan sound system, dekorasi, dan manajemen acara juga terkena dampak langsung akibat berkurangnya kegiatan MICE, serta UMKM yang menggantungkan penjualannya pada tamu hotel atau peserta acara MICE. Dengan berkurangnya kegiatan tersebut, omzet mereka juga menurun.
Efisiensi anggaran yang berimbas pada pembatalan kegiatan MICE telah memberikan dampak signifikan terhadap industri perhotelan di Kota Mataram. Berkurangnya jumlah acara yang diselenggarakan tidak hanya memengaruhi pendapatan hotel, tetapi juga berimbas pada penerimaan pajak daerah serta sektor ekonomi lainnya yang berkaitan dengan industri MICE. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan strategi yang lebih kreatif dan kolaboratif antara pemerintah, pelaku industri perhotelan, dan sektor terkait lainnya. Dengan langkah-langkah yang tepat, Kota Mataram tetap bisa mempertahankan daya saingnya sebagai destinasi MICE yang menarik dan berkontribusi positif terhadap perekonomian daerah.
#Uncle G










