BeritaPers. Gowa – (22/3) Di tengah semarak malam Ramadhan, Masjid Mujahidin di Romang Polong, Kabupaten Gowa, menjadi Saksi bisu sebuah peristiwa langka yang menggetarkan hati. Malam itu, bukan ustadz senior atau tokoh agama ternama yang mengisi mimbar, melainkan seorang pemuda belia bernama Farhan Dwiputra. Santri kelas 3 MTs dari Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin ini, dengan keberanian yang luar biasa, tampil di hadapan ratusan jamaah untuk menyampaikan ceramah.
Tema yang diangkat Farhan, “Puasa di Bulan Ramadhan”, bukan sekedar materi hafalan. Ia membawanya dengan penuh penghayatan, seolah-olah pengalaman spiritualnya sendiri. Suaranya yang lantang, pengetahuannya yang luas, dan kefasihannya dalam bertutur kata, membuat setiap pasang mata melihatnya. Para jamaah dibuat takjub oleh kecerdasan dan keberanian Farhan, yang di usianya yang masih sangat muda, mampu menyampaikan dakwah dengan begitu memukau.
Farhan Dwiputra, putra kedua dari Bapak Muh Anwar HM, membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkontribusi dalam syiar agama. Orang tuanya, dengan penuh keyakinan, memberikan kesempatan kepada Farhan untuk menunjukkan potensinya, dan Farhan menjawab kepercayaannya dengan penampilan yang luar biasa.
Komentar positif pun mengalir deras dari para jamaah. Mereka memuji keberanian Farhan, kecerdasannya, dan kemampuannya dalam menyampaikan pesan-pesan agama. Tak sedikit yang menyanjung peran orang tua dalam mendidik Farhan menjadi pemuda yang berakhlak mulia dan berilmu luas. Ada pula yang mengenang masa kecil Farhan, yang dulu sering terlihat berlarian di dalam masjid, kini berdiri tegak di mimbar sebagai penceramah. Perubahan yang begitu kontras ini, bagi mereka, adalah bukti nyata bahwa hidayah Allah bisa datang kepada siapa saja, kapan saja.
Kisah Farhan Dwiputra menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda. Ia mengajarkan bahwa dengan tekad yang kuat, keberanian untuk tampil, dan dukungan dari orang-orang terdekat, setiap orang dapat memberikan kontribusi positif bagi agama dan masyarakat. Semoga kisah inspiratif ini terus berkembang, dan Farhan Dwiputra terus mengembangkan potensinya, menjadi dai muda yang takjub, dan menebar manfaat bagi umat.






















Discussion about this post