Demonstran juga meminta agar perusahaan membuka dialog terbuka dengan masyarakat guna membahas lebih detail langkah konkret pemberdayaan tenaga kerja lokal, bukan sekadar janji dalam dokumen.
Pihak JKM LTI menilai bahwa hingga kini perusahaan dinilai lambat dalam memenuhi komitmen, sehingga memicu ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang selama ini berharap adanya perubahan nyata.
Sementara itu, perwakilan dari PT. AMM dan PT. LAM belum memberikan keterangan resmi terkait aksi demonstrasi tersebut.
Namun dari informasi yang dihimpun PT.Vale kembali memediasi para peserta aksi dengan dua pihak Perusahaan tersebut.
Arwing menyatakan bahwa jika tidak ada respons konkret dalam waktu dekat, JKM LTI akan menggelar aksi yang lebih besar sebagai bentuk tekanan moral terhadap perusahaan.










