Sementara itu, Wali Kota Parepare Tasming Hamid menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa Parepare sedang berada di jalur pemulihan ekonomi yang stabil.
“Pertumbuhan ekonomi 4,46 persen adalah bukti Parepare terus bergerak maju. Pemerintah kota berkomitmen menjaga momentum ini dengan memperkuat sektor perdagangan, jasa, dan investasi. Kami ingin pertumbuhan ini bukan hanya angka di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dalam bentuk lapangan kerja maupun peningkatan kesejahteraan,” ujar Tasming.
Ia menambahkan, pemerintah juga terus berupaya menarik investor baru dengan memastikan iklim usaha yang sehat dan kondusif. Selain itu, berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat, UMKM, dan penguatan sektor jasa akan terus ditingkatkan untuk menjaga daya saing Parepare sebagai kota jasa di kawasan utara Sulawesi Selatan.
Bila melihat tren sejak 2023, perekonomian Parepare mengalami fluktuasi. Pada Triwulan II-2024, pertumbuhan ekonomi bahkan sempat mencapai 7,07 persen, menjadi capaian tertinggi dalam dua tahun terakhir. Meski sempat menurun pada awal 2025, laju pertumbuhan kembali menguat pada Triwulan II tahun ini.
Wali Kota menyebut capaian 4,46 persen ini menjadi landasan optimis bahwa perekonomian Parepare akan tetap tumbuh stabil hingga akhir tahun, seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan dan investasi. (***)




















