Beritapers.com, Makassar — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gaja Sena Makassar memperkuat konsolidasi organisasi di Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Langkah ini dilakukan untuk memantapkan kesiapan struktur organisasi dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Konsolidasi tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja jajaran DPD Gaja Sena Makassar ke sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (Dancap) Gaja Sena Kecamatan Mamajang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan ke sejumlah kecamatan di Makassar dan merupakan titik ketiga yang telah dikunjungi, Minggu (18/10/2026).
Ketua DPD Gaja Sena Makassar, Arie Dumais, mengapresiasi pembentukan kepengurusan Gaja Sena di Kecamatan Mamajang yang dilaporkan telah rampung hingga tingkat kelurahan.
Arie mengatakan, kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bertujuan menyerap aspirasi serta memperkuat koordinasi dengan pengurus di tingkat kecamatan.
“Kunjungan kami ke sini tidak serta-merta hanya sekadar say hi, tetapi juga untuk mendengarkan aspirasi dan memperkuat struktur di tingkat kecamatan yang spektrumnya sangat luas,” ujar Arie dalam arahannya.
Sementara itu, Ketua Dancap Gaja Sena Mamajang, Wawan, melaporkan bahwa pembentukan kepengurusan di wilayahnya telah mencapai 100 persen hingga tingkat kelurahan. Sejumlah pengurus kelurahan turut hadir dalam pertemuan tersebut untuk memperkenalkan diri sekaligus memperkuat koordinasi organisasi.
Arie mengungkapkan, secara keseluruhan pembentukan struktur Gaja Sena di Kota Makassar telah mencapai 95 persen. Dia menegaskan, Gaja Sena berjalan searah dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan berkomitmen mendukung agenda politik partai menuju Pemilu 2029.
Selain membahas konsolidasi organisasi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Salah satu persoalan yang mengemuka adalah penyaluran bantuan sosial (bansos) dan paket sembako di Kelurahan Sambung Jawa yang dinilai membutuhkan sinkronisasi data penerima.
Melalui pertemuan tersebut, jajaran Gaja Sena mendorong pengurus di tingkat kecamatan dan kelurahan agar lebih aktif berkomunikasi dengan masyarakat. Para kader juga diarahkan melakukan pendekatan langsung dari rumah ke rumah atau door-to-door untuk mendengarkan kebutuhan warga sekaligus menampung berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.










