BERITAPERS, Makassar — Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Perlawanan Rakyat Makassar (GEMPAR Makassar), Hendrik, mempertanyakan kelanjutan proyek revitalisasi Lapangan Karebosi yang hingga saat ini dinilai belum menunjukkan kejelasan penyelesaian.
Hendrik menilai kondisi proyek yang belum difungsikan secara maksimal telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menurutnya, Karebosi merupakan ikon Kota Makassar sekaligus ruang publik strategis yang memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi warga.
“Kami mempertanyakan secara serius apa yang menjadi penghambat proyek ini. Apakah persoalan teknis dan administratif, atau terdapat persoalan lain yang lebih mendasar, seperti dugaan penyimpangan anggaran maupun masalah dalam proses pelaksanaannya?” ujar Hendrik dalam keterangannya.
Ia menyatakan bahwa lambannya progres proyek tanpa penjelasan terbuka dari pihak terkait berpotensi memunculkan spekulasi di ruang publik. Dalam proyek dengan nilai anggaran besar, kata dia, transparansi dan akuntabilitas merupakan kewajiban yang harus dipenuhi.
GEMPAR Makassar mendesak Pemerintah Kota Makassar untuk:
1. Membuka secara rinci laporan penggunaan anggaran dan perkembangan fisik proyek.
2. Menjelaskan secara resmi faktor utama yang menghambat penyelesaian proyek.
3. Melibatkan lembaga pengawas independen guna memastikan tidak terjadi praktik penyimpangan.
“Apabila tidak terdapat persoalan, maka hal tersebut perlu dibuktikan melalui data dan keterbukaan informasi. Namun, jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum, kami mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penelusuran sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.
Hendrik menegaskan, GEMPAR Makassar akan terus mengawal isu tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa terhadap kebijakan publik. Ia juga menyebut pihaknya mempertimbangkan langkah lanjutan apabila tidak ada kejelasan dari pemerintah dalam waktu dekat.
“Publik berhak mengetahui perkembangan dan kepastian penyelesaian proyek ini,” tutup Hendrik. (*)






















Discussion about this post