Beritapers.com.Makassar-Operasi pencarian terhadap seorang warga yang diduga tenggelam di Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kembali dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan pada Senin (9/3). Pencarian tersebut kini telah memasuki hari kelima sejak korban dilaporkan hilang.
Korban diketahui bernama Dg Patiha (70), seorang perempuan warga Dusun Lemoa. Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, korban terakhir kali terlihat pada Rabu (4/3) sekitar pukul 07.00 WITA saat berangkat menuju sawah.Namun hingga sore hari sekitar pukul 15.00 WITA, korban tidak kembali ke rumah.
Keluarga kemudian melakukan pencarian di sekitar area persawahan. Saat penyisiran dilakukan, warga menemukan sejumlah barang milik korban di tepi Sungai Bilareng. Saat itu, kondisi debit air sungai sedang meningkat akibat hujan, sehingga korban diduga terseret arus.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa tim SAR gabungan terus mengoptimalkan proses pencarian dengan membagi area operasi menjadi beberapa sektor.
“Memasuki hari kelima operasi SAR, tim gabungan kembali melanjutkan pencarian dengan membagi empat Search and Rescue Unit (SRU). Masing-masing SRU melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Bilareng, baik melalui penyelaman maupun penyisiran darat di sisi kiri dan kanan sungai,” ujar Arif.
Ia menjelaskan, SRU 1 melakukan penyelaman di sejumlah titik yang dicurigai di Sungai Bilareng. SRU 2 melakukan penyisiran dengan berjalan kaki dari lokasi kejadian sejauh tiga kilometer menuju Air Terjun Bantimurung. SRU 3 melanjutkan penyisiran dari Air Terjun Bantimurung sejauh empat kilometer hingga Jembatan Datara. Sementara SRU 4 melakukan penyisiran dari Jembatan Datara sejauh tiga kilometer menuju Dusun Bangkeng Tabbing.
Arif menambahkan, kondisi cuaca di lokasi operasi pada hari ini terpantau berawan dengan suhu berkisar antara 19 hingga 30 derajat Celsius.
“Kami berharap upaya pencarian yang dilakukan secara maksimal oleh tim SAR gabungan dapat segera menemukan korban. Kami juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai untuk tetap berhati-hati, terutama saat kondisi debit air meningkat,” tambahnya.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Makassar, BPBD Gowa, MRB, FPL Lompobattang, unsur TNI dari Koramil setempat, Polsek Bongaya, mahasiswa dari Unhas dan UNM, serta masyarakat setempat.
(Irsan).










