BeritaPers. Makassar – Di saat sebagian besar mahasiswa memilih menikmati hari libur dengan bersantai, pemandangan berbeda terlihat di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Selatan, Selasa (23/12/2025). Puluhan mahasiswa semester 1 dan semester 3 Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI YAPMI) Makassar justru antusias mengikuti kegiatan Sosialisasi Sekolah Pasar Modal (SPM). Semangat belajar ini menunjukkan tingginya kesadaran generasi muda akan pentingnya investasi sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.30 WITA ini diinisiasi oleh Irfan Afandi, S.M., M.M., seorang dosen muda di STIMI YAPMI Makassar. Sosok Irfan dikenal luas oleh para mahasiswa sebagai pendidik yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan anak didiknya. Ia bukan sekadar pengajar di dalam kelas, melainkan mentor yang kreatif dan inovatif dalam menciptakan metode pembelajaran luar ruang yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Sepak terjang Irfan Afandi dalam mendorong literasi keuangan patut diacungi jempol. Melalui jejaring dan inovasinya, ia terus berupaya menjembatani teori akademis dengan realita dunia kerja. Bagi Irfan, membekali mahasiswa dengan sertifikasi atau pengetahuan praktis seperti pasar modal adalah bentuk nyata kasih sayang seorang pendidik agar lulusan STIMI YAPMI memiliki nilai yang tinggi dan kemandirian finansial setelah lulus nanti.

Hadir sebagai pemateri utama, Achmad Irfan Ibrahim selaku Deputi Kepala Wilayah Kantor Perwakilan BEI Sulselbar, memberikan apresiasi yang luar biasa atas kehadiran para mahasiswa. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya memahami mekanisme perdagangan saham dan regulasi di pasar modal Indonesia. Ia memuji inisiatif dosen pembimbing yang mampu menggerakkan mahasiswa di hari libur, sebuah langkah yang disebutnya sebagai investasi waktu yang sangat berharga.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme mahasiswa STIMI YAPMI Makassar. Kehadiran mereka di sini adalah bukti bahwa edukasi pasar modal semakin diminati. Kami juga sangat mengapresiasi Bapak Irfan Afandi yang sangat proaktif; jarang ada dosen yang memiliki kegigihan luar biasa untuk membawa langsung mahasiswanya ke ‘jantung’ pasar modal seperti ini,” ujar Achmad Irfan Ibrahim di sela-sela materi.
Senada dengan hal tersebut, Intan Rizkita, Relationship Officer dari Mandiri Sekuritas, turut membekali mahasiswa dengan teknis pembukaan rekening efek dan strategi memilih saham yang fundamentalnya kuat. Intan memberikan narasi motivasi bahwa pasar modal bukan lagi milik kalangan elit, melainkan milik mahasiswa yang berani memulai. Ia pun memuji cara dosen pendamping dalam mengemas kegiatan ini sehingga terasa santai namun tetap sarat ilmu bagi para pemula.
Dalam sesi wawancara, Irfan Afandi, S.M., M.M. mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari visinya untuk menciptakan ekosistem belajar yang adaptif. “Saya ingin mahasiswa saya tidak hanya jago teori, tapi paham ke mana arah uang mereka seharusnya mengalir. Hari libur bukan penghalang untuk upgrade diri. Saya ingin mereka memiliki pola pikir seorang investor, bukan sekadar konsumen, dan saya akan selalu mengupayakan akses terbaik untuk mereka,” tegasnya dengan penuh semangat.
Respon positif juga datang dari mahasiswa yang hadir, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di kantor BEI. “Awalnya saya pikir pasar modal itu rumit, tapi setelah dijelaskan oleh para ahli, saya jadi sangat tertarik. Terima kasih kepada Pak Irfan yang sudah mengajak kami. Beliau dosen yang sangat peduli dan selalu punya cara seru agar kami tidak bosan belajar,” ungkapnya.
Sementara itu mahasiswa lainnya mengatakan bahwa ia merasa beruntung memiliki dosen yang inspiratif seperti Pak Irfan. “Di saat teman-teman lain liburan, kami di sini mendapatkan ilmu yang mungkin tidak didapatkan di bangku kuliah biasa. Pak Irfan selalu menekankan bahwa inovasi dimulai dari kemauan untuk belajar hal baru. Beliau bukan cuma dosen, tapi sudah seperti kakak yang membimbing kami meraih masa depan,” tuturnya.
Diskusi berlangsung hangat dengan banyaknya pertanyaan kritis dari mahasiswa mengenai fenomena saham saat ini. Para pemateri dengan sabar menjawab setiap rasa penasaran mahasiswa, mulai dari risiko investasi hingga tips menghadapi fluktuasi pasar. Suasana kantor BEI Makassar mendadak menjadi ruang kelas raksasa yang penuh dengan energi positif dan optimisme dari para calon pemangku kepentingan ekonomi masa depan.
Kegiatan Sekolah Pasar Modal ini diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa STIMI YAPMI Makassar lainnya untuk terus mengeksplorasi potensi diri di luar kurikulum formal. Sinergi antara kampus, regulator (BEI), dan praktisi (Mandiri Sekuritas) yang diinisiasi oleh dosen yang peduli seperti Irfan Afandi, diharapkan dapat melahirkan generasi emas yang melek investasi dan siap bersaing di kancah nasional.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen dari pihak BEI Makassar untuk terus membuka pintu bagi kunjungan-kunjungan edukatif berikutnya. Melalui momentum ini, STIMI YAPMI Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang mendukung penuh kreativitas dosen dan mahasiswanya dalam memajukan literasi keuangan di Indonesia Timur.




















Discussion about this post