“Kolaborasi dalam pendidikan digital ini menjadi langkah besar untuk memastikan setiap sekolah di Sulawesi Selatan memiliki SDM yang melek teknologi. Melalui program ini, kita tidak hanya menciptakan generasi yang mahir dalam teknologi, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang lebih inovatif dan siap menghadapi tantangan era digital,” ujar Muhammad Ramli Rahim.
Sementara itu, Sekjen JSDI yang juga Ketua Ekstrakurikuler Pandu Digital sekaligus fasilitator utama dalam program ini, Anshar Syukur, menyampaikan bahwa program ini adalah bentuk nyata dari komitmen berbagai pihak dalam mempersiapkan talenta digital di Sulawesi Selatan.
“Kami melihat antusiasme luar biasa dari peserta, baik siswa maupun tenaga kependidikan, yang ingin meningkatkan keterampilan digital mereka. Ini membuktikan bahwa kebutuhan akan literasi digital dan teknologi sudah menjadi suatu keharusan. Kami berkomitmen untuk terus mendorong inisiatif seperti ini agar lebih banyak sekolah dan tenaga pendidik yang dapat merasakan manfaatnya,” kata Anshar Syukur.
Acara Kick-Off ini juga dihadiri oleh berbagai mitra strategis, termasuk BBPSDMP KOMDIGI, Kalla Institute, Militan 45, Gojek, Pandu Digital, PT Rachita, Penerbit Erlangga, dan Google, yang turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan program ini.
Dengan suksesnya peluncuran ini, diharapkan program Collaborative Digital Class dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Sulawesi Selatan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan optimis bahwa melalui inovasi dan kolaborasi, Sulawesi Selatan dapat menjadi pusat pengembangan talenta digital yang unggul di Indonesia.










