BERITAPERS || PAREPARE – Kondisi kabut asap yang terlihat di sejumlah wilayah Kota Parepare, Jumat (9/10/2026), menjadi perhatian serius terhadap kesehatan masyarakat. Di tengah aktivitas warga yang terus berjalan, Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Kesehatan mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan partikel halus di udara.
Imbauan ini bukan sekadar mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker, melainkan juga menjadi ajakan untuk melindungi diri, keluarga, dan orang-orang terdekat, khususnya kelompok rentan yang lebih berisiko mengalami gangguan pernapasan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, Muhammad Idris, S.KM.,M.Kes, menegaskan bahwa langkah pencegahan harus menjadi perhatian bersama, terutama ketika kondisi udara terlihat berasap atau kualitasnya diduga menurun.
“Kami mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan diri dan keluarga. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara berasap atau kurang baik,” ujar Muhammad Idris.
Menurutnya, paparan partikel halus di udara perlu diwaspadai karena dapat mengganggu saluran pernapasan. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan kondisi lingkungan dan tetap mengutamakan keselamatan kesehatan saat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Muhammad Idris menganjurkan masyarakat menggunakan masker KN95 atau N95 yang sesuai dan dipakai dengan benar ketika menghadapi kondisi udara berasap. Masker tersebut dapat membantu menyaring partikel halus, terutama apabila terpasang rapat pada wajah.
“Untuk kondisi udara berasap, kami menganjurkan penggunaan masker KN95 atau N95 yang dipakai dengan benar. Apabila tidak ada keperluan mendesak, masyarakat juga sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara sedang kurang baik,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma maupun penyakit pernapasan lainnya perlu mendapatkan perhatian khusus.
Kelompok tersebut hendaknya membatasi paparan udara yang diduga tercemar dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan yang mengkhawatirkan. Keluarga juga diharapkan berperan aktif memastikan anggota keluarganya yang rentan tetap terlindungi.
Menanggapi pemberitaan mengenai peningkatan konsentrasi partikel halus PM2.5 dan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Dinas Kesehatan Kota Parepare menyatakan akan mencermati perkembangan laporan dari fasilitas pelayanan kesehatan serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memperoleh informasi yang akurat.
“Perkembangan kondisi kesehatan masyarakat tentu menjadi perhatian kita. Karena itu, pemantauan dan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan perlu terus dilakukan agar langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilaksanakan secara tepat,” terangnya.
Meski demikian, peningkatan konsentrasi PM2.5 maupun jumlah kasus ISPA di Parepare perlu dipastikan melalui data pengukuran kualitas udara dan laporan kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak terjebak pada spekulasi mengenai penyebab maupun dampak kabut asap yang terlihat.
Selain melindungi diri, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan, tidak membakar sampah secara terbuka, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan keluhan kesehatan yang muncul di tengah kondisi udara berasap. Batuk, iritasi mata, tenggorokan terasa tidak nyaman, hingga gangguan pernapasan yang menetap perlu mendapat perhatian.
Warga yang mengalami keluhan tersebut diharapkan memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Apabila mengalami sesak napas berat, segera cari pertolongan medis.
Muhammad Idris menegaskan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Kita berharap masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan lingkungan. Mari saling menjaga, terutama anggota keluarga yang lebih rentan, agar kita semua tetap sehat,” tutupnya.
Di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, kewaspadaan menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan bersama. Sebab, di balik setiap imbauan menjaga kesehatan, ada keselamatan keluarga, anak-anak, orang tua, dan masyarakat yang harus menjadi prioritas.
Pemerintah diharapkan terus memperkuat pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat, disertai penyampaian informasi yang terbuka, akurat, dan mudah dipahami warga. Dengan informasi yang jelas serta tindakan pencegahan yang tepat, masyarakat dapat mengambil langkah perlindungan tanpa menimbulkan kepanikan. (MLP)










