BERITAPERS || SOPPENG RIAJA, BARRU — Kebakaran melanda lahan kosong di Dusun Siddo, Desa Siddo, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Jumat (11/9/2026) malam. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar empat hektare.
Kobaran api mulai diketahui sekitar pukul 18.55 Wita setelah Hasnianti (27), Ketua RT 1 Dusun Congko, Desa Siddo, melihat api berkobar di kawasan lahan tersebut.
Setelah melihat kejadian itu, Hasnianti segera menghubungi Kepala Desa Siddo dan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Desa Siddo, Babinsa, serta pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan penanganan.
Sekitar pukul 19.10 Wita, Kapolsek Soppeng Riaja bersama personel kepolisian turun langsung ke lokasi untuk membantu proses pemadaman. Upaya tersebut dilakukan bersama Babinsa Desa Siddo dan masyarakat setempat.
Kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Karena itu, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya.
Kapolsek Soppeng Riaja, IPTU Mansyur J, S.H., mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai kebakaran tersebut.
“Begitu mendapat informasi adanya kebakaran, kami bersama personel langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman bersama Babinsa serta masyarakat. Karena lokasi cukup sulit dijangkau kendaraan pemadam, proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan yang tersedia,” ujar IPTU Mansyur J, S.H.
Menurutnya, kondisi vegetasi di lokasi menjadi perhatian karena sebagian besar berupa rumput dan semak yang telah mengering. Kondisi tersebut berpotensi membuat api lebih mudah menjalar apabila tidak segera dikendalikan.
“Lahan yang terbakar merupakan lahan kosong dengan kondisi rumput dan semak yang kering. Kami berupaya melokalisasi api agar tidak merembet ke area lainnya. Sampai sekitar pukul 22.15 Wita, sebagian besar titik api sudah berhasil dipadamkan dan kondisi kobaran api sudah mengecil,” jelasnya.
Berdasarkan pendataan awal, lahan yang terbakar diperkirakan seluas ±4 hektare. Lahan tersebut diketahui merupakan milik Petta Salim (50), seorang wiraswasta, dan Mungkasa (53), seorang petani. Keduanya merupakan warga Dusun Siddo, Desa Siddo.
Hingga sekitar pukul 22.15 Wita, kobaran api telah mengecil dan sebagian besar titik api berhasil dipadamkan. Petugas bersama masyarakat tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiel yang dilaporkan.
Kapolsek mengatakan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sumber awal munculnya api.
“Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiel yang dilaporkan. Untuk penyebab kebakaran sendiri masih belum dapat dipastikan dan tentunya masih perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut untuk mengetahui sumber awal api,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada area yang ditumbuhi rumput dan semak kering.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di sekitar lahan yang banyak ditumbuhi rumput dan semak kering. Jika melihat adanya asap atau titik api, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.
Kebakaran tersebut menjadi perhatian karena kondisi lahan yang kering dapat mempercepat penjalaran api. Koordinasi antara kepolisian, pemerintah desa, TNI, Damkar, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penanganan serta pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke permukiman maupun lahan lainnya. (MLP)










