“Ini adalah langkah strategis dalam membangun generasi yang siap bersaing di era digital. Saya berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tutur Iksan.
Dalam sesi pelatihan, peserta diberikan pemahaman mengenai cara menggunakan smartphone secara aman dan efisien. Dengan meningkatnya kepemilikan perangkat pintar di kalangan generasi Z, pemahaman terhadap literasi digital menjadi sangat krusial untuk mencegah risiko seperti peretasan data pribadi, penyalahgunaan media sosial, hingga kejahatan siber.
Ita Masita Ibnu, Manajer BASAsulselWiki, menyampaikan bahwa kegiatan ini tak hanya berfokus pada aspek teknis digital, tetapi juga mendorong pemuda bersuara tentang isu-isu sosial melalui platform daring.
“Terutama mengenai persoalan anak putus sekolah dan isu lingkungan, kami ingin pemuda Takalar menjadi agen perubahan yang aktif berbicara dan bertindak melalui kanal digital,” tegas Ita.
Kegiatan ini pun diharapkan menjadi langkah awal bagi pemuda Takalar untuk lebih berperan dalam ruang digital secara positif dan berdampak. Kolaborasi semacam ini juga menjadi model sinergi antara organisasi lokal, komunitas digital, dan pemerintah setempat untuk membekali generasi muda dengan keterampilan masa depan.





















Discussion about this post