“Insya Allah, pada tanggal 22-23 bulan ini, Kabupaten Takalar akan menampilkan kain tenun khas sebagai bentuk komitmen dalam pelestarian budaya,” jelas Hj. Dewi.
Ia juga mengajak seluruh pejabat Pemda Takalar untuk menggunakan kain tenun lokal dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Takalar. Menurutnya, hal ini bukan hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap perajin, tetapi juga langkah strategis mengangkat citra produk lokal.
Sebagai wujud nyata dukungan pribadi, Ketua Dekranasda Takalar membeli langsung tiga helai kain tenun dari perajin Cikoang. Tindakan ini disambut haru oleh para penenun yang selama ini berjuang tanpa banyak sorotan.
“Kami ingin memastikan tenun khas Takalar tetap hidup dan menjadi kebanggaan kita semua,” tegas Hj. Dewi dalam kesempatan tersebut.
Kunjungan ini tidak hanya memberi semangat baru bagi para perajin, tetapi juga menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya. Harapannya, kain tenun Cikoang dapat kembali berjaya di pasar lokal maupun nasional.
Langkah Dekranasda Takalar ini diharapkan menjadi awal kebangkitan kembali tenun Cikoang, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya nenek moyang.





















Discussion about this post