BERITAPERS || Jakarta — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menanggapi kritikan masyarakat terkait ramainya para pejabat yang berjoget seusai rangkaian Sidang Tahunan MPR dan Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, pekan lalu.
Muzani menilai fenomena tersebut bukanlah sesuatu yang patut dipersoalkan. Menurutnya, momen berjoget itu dilakukan setelah seluruh rangkaian acara formal selesai, sehingga tidak mengurangi khidmat prosesi kenegaraan.
“Menurut kami itu sesuatu yang tidak ada masalah karena peletakannya di luar acara formal. Yang kedua, itu bagian dari upaya untuk mereleksasi suasana dan keadaan,” ujar Muzani kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/8).
Seperti diketahui, sejumlah pejabat negara terekam kamera ikut berjoget dalam suasana hiburan setelah acara resmi HUT RI. Rekaman tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menuai beragam komentar publik. Ada yang menilai hal itu lumrah sebagai bentuk keakraban, namun tidak sedikit pula yang mengkritik karena dianggap kurang pantas mengingat acara baru saja berlangsung dengan penuh khidmat.
Muzani menekankan bahwa kebersamaan dan ekspresi kegembiraan pasca-acara resmi adalah hal yang wajar. Ia berharap masyarakat dapat melihat konteks secara utuh, bahwa kemeriahan tersebut muncul setelah prosesi kenegaraan selesai, bukan saat acara inti berlangsung.
“Peringatan HUT RI adalah momentum kebangsaan. Ada bagian yang sakral, ada pula bagian yang sifatnya hiburan. Jadi harus kita lihat secara proporsional,” tambahnya.
Pernyataan Muzani ini sekaligus menjadi klarifikasi atas sorotan publik yang sempat memviralkan potongan video pejabat berjoget. Ia menegaskan, MPR tetap berkomitmen menjaga marwah peringatan Hari Kemerdekaan RI sebagai upacara kenegaraan yang sakral dan penuh penghormatan.






















Discussion about this post