BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG — Pagi di SMA Negeri 10 Pinrang terasa berbeda pada Jumat (25/9/2026). Sebelum aktivitas belajar mengajar dimulai, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di lapangan sekolah, menghadirkan suasana teduh dan khidmat di tengah ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Sejak pukul 07.15 WITA, seluruh warga sekolah berkumpul mengikuti agenda rutin Jumat pagi berupa literasi Al-Qur’an. Pekan ini, giliran siswa-siswi kelas XII 1 dipercaya menjadi pemandu kegiatan, memimpin pembacaan surah-surah pendek dan tadarus bersama.
Dengan penuh percaya diri, para siswa kelas XII 1 berdiri di barisan depan. Suara mereka menjadi pembuka pagi, kemudian disambut lantunan serentak dari seluruh peserta. Ayat demi ayat dibaca dengan tertib dan penuh penghayatan, menciptakan atmosfer religius yang seolah mengajak seluruh warga sekolah sejenak meninggalkan hiruk-pikuk aktivitas dan menenangkan hati sebelum memasuki ruang-ruang kelas.
Bagi SMAN 10 Pinrang, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas membaca Al-Qur’an. Literasi Jumat menjadi bagian dari upaya sekolah membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan nilai-nilai religius, kedisiplinan, tanggung jawab, sekaligus keberanian tampil di hadapan orang banyak.
Kepala SMAN 10 Pinrang, Hj. Ida Riliani, S.E., M.Pd., mengatakan bahwa keterlibatan siswa secara bergilir sebagai pemandu merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter.
“Dengan memberikan tanggung jawab memandu jalannya literasi, seperti yang ditunjukkan oleh anak-anak kelas XII 1 pekan ini, kita tidak hanya mempertebal kecintaan mereka terhadap nilai-nilai ajaran Islam, tetapi juga melatih mental kepemimpinan dan keberanian mereka untuk tampil di depan umum,” ujar Hj. Ida Riliani.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada siswa bukan hanya tentang siapa yang memimpin pembacaan Al-Qur’an, tetapi juga tentang bagaimana sekolah memberikan ruang kepada setiap peserta didik untuk belajar bertanggung jawab, percaya diri, dan menjadi teladan bagi teman-temannya.
Nilai tersebut semakin diperkuat melalui pembiasaan mengawali kegiatan akademik dengan doa dan tilawah. Bagi sekolah, ketenangan yang tercipta dari lantunan ayat suci diharapkan menjadi bekal spiritual sebelum siswa menjalani proses pembelajaran.
Hal senada disampaikan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus Pembina Remus SMAN 10 Pinrang, Arpah Anwar, S.Ag. Ia menilai kegiatan literasi Al-Qur’an memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pembentukan karakter, tetapi juga bagi kesiapan siswa mengikuti pembelajaran.
“Mengawali hari dengan lantunan ayat suci sangat membantu menjernihkan pikiran anak-anak sehingga mereka lebih fokus dan siap menyerap materi pelajaran nanti. Selain dari aspek spiritual, program ini sekaligus menjadi wadah bagi kami untuk memantau dan memotivasi peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an atau tahsin di kalangan pelajar,” jelas Arpah Anwar.
Selama kurang lebih 30 menit, suasana lapangan sekolah dipenuhi lantunan ayat suci dan doa. Di tengah kesibukan pendidikan yang tidak hanya mengejar pencapaian akademik, momen tersebut menjadi pengingat bahwa membentuk generasi tidak cukup hanya dengan memenuhi pikiran melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu menyentuh hati melalui nilai-nilai spiritual.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Satu per satu siswa meninggalkan lapangan dengan tertib dan kembali menuju ruang kelas masing-masing.
Pagi itu, sebelum buku pelajaran dibuka dan materi akademik dimulai, mereka terlebih dahulu membuka hari dengan ayat-ayat suci. Sebuah kebiasaan sederhana yang diharapkan menjadi bagian dari perjalanan panjang SMAN 10 Pinrang dalam menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, percaya diri, dan memiliki landasan spiritual yang kuat. (MLP)










