Sesi puncak seminar akhirnya tiba, menyambut sang maestro, Coach Anwar. HM! Beliau hadir bukan dengan tongkat sihir, tapi dengan mikrofon yang siap menghipnotis pikiran para peserta untuk mencapai pembelajaran optimal. Materi “Hypnoteaching – Seni Menghipnotis Pikiran untuk Pembelajaran Optimal” terdengar serius, bukan? Tapi tunggu dulu!
Coach Anwar, dengan pembawaan yang nggak kaku blas, langsung memecah kebekuan. Beliau memulai dengan sebuah pengakuan mengejutkan, “Jujur saja ya Bapak, Ibu, dulu saya penasaran dengan ilmu ini, dan setelah belajar saya mencoba menghipnotis teman untuk nyontek PR daripada menghafal rumus!” Sontak, tawa riuh rendah memecah keheningan ruangan. Sepertinya, kejujuran yang absurd itu langsung mencairkan suasana.
Penjelasan beliau tentang hypnoteaching ternyata jauh dari kesan mistis. Dengan bahasa yang to the point dan contoh-contoh yang relateable, Coach Anwar mengupas tuntas bagaimana pikiran bawah sadar kita bisa menjadi kunci emas pembelajaran. Beliau bahkan sempat berkelakar, “Pikiran bawah sadar itu ibaratnya autopilot di pesawat. Kalau kita salah setting, ya terbangnya bisa ke mana-mana, bahkan nyasar ke hati mantan!” Lagi-lagi, gelak tawa peserta pecah.
Demonstrasi teknik-teknik hypnoteaching pun tak kalah seru. Ada satu momen ketika seorang peserta sukarela “dihipnotis” untuk… tiba-tiba sangat mengagumi Admin seminar dan ingin memberikan hadiah berupa sebungkus gorengan yang entah dari mana asalnya. Tentu saja, ini hanya demonstrasi yang aman dan terkendali, tapi berhasil membuat semua orang terpingkal-pingkal.
Interaksi selama sesi benar-benar hidup. Peserta tak ragu bertanya, bahkan ada yang nyeletuk, “Coach, bisa nggak teknik ini dipakai buat menghipnotis atasan biar gaji 13 cepat cair?” Coach Anwar dengan sigap menjawab sambil tertawa, “Wah, kalau itu sih masuknya advanced hypno, butuh sesi privat!”






















Discussion about this post