Pernyataan ini disambut tepuk tangan meriah dari para peserta, yang sebagian besar merupakan guru-guru MTsN 1 Kota Makassar. Bapak Rasyid bahkan sempat berkelakar, menyindir stereotip negatif terhadap mahasiswa, “Biasanya, mahasiswa MPI itu tahunya bagaimana cara mengelola pendidikan di atas kertas atau mungkin ikut aksi demonstrasi. Tapi kali ini, mereka membuktikan bahwa kepedulian terhadap kualitas pendidikan bisa diwujudkan dengan cara yang kreatif dan konstruktif!” Sontak, gelak tawa memenuhi ruangan.
Lebih lanjut, Bapak Rasyid menekankan pentingnya materi “Hypnoteaching” bagi para pendidik. Beliau meyakini bahwa kemampuan untuk “menghipnotis” pikiran siswa dalam konteks positif akan sangat membantu menciptakan suasana belajar yang optimal. “Di era yang dinamis ini, kita dituntut untuk terus berinovasi. Teknik hypnoteaching ini adalah salah satu cara cerdas untuk menarik perhatian siswa dan membuat materi pelajaran lebih mudah diserap,” jelasnya.
Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Bapak Rasyid secara resmi membuka kegiatan seminar tersebut. Beliau berharap, ilmu yang didapatkan para guru hari ini dapat segera diimplementasikan di kelas, sehingga kualitas pembelajaran di MTsN 1 Kota Makassar semakin meningkat.
Sesi pertama seminar diisi dengan materi menarik tentang “Manajemen Kelas yang Menginspirasi” yang dibawakan oleh Dr. Alwan Suban. Dengan gaya penyampaian yang interaktif dan penuh wawasan, Dr. Alwan mengupas tuntas strategi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan memberdayakan. Para peserta tampak antusias menyimak berbagai tips praktis dan contoh kasus yang relevan dengan tantangan di ruang kelas.
“Materi dari Pak Alwan ini benar-benar membuka perspektif baru tentang bagaimana seharusnya kita berinteraksi dengan siswa di kelas. Manajemen kelas ternyata bukan hanya soal disiplin, tapi juga tentang membangun koneksi emosional,” ujar salah seorang peserta.





















Discussion about this post