BeritaPers. Gowa– Kelompok 11 Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar sukses menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dalam rangka Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 1 di MI Ash-Shalihin. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026 ini dimulai tepat pukul 10.00 WITA dengan suasana penuh antusiasme.
Sebanyak 8 mahasiswa semester IV terlibat aktif dalam observasi mendalam mengenai kultur sekolah, struktur organisasi, dan tata kelola administrasi di madrasah tersebut. Forum ini menjadi ruang krusial untuk menyinkronkan temuan lapangan dengan teori manajemen pendidikan yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muh. Anwar HM, dalam arahannya menekankan bahwa PLP 1 bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan fondasi bagi calon pengelola pendidikan. Beliau memberikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah yang telah membuka ruang kolaborasi bagi para mahasiswa untuk belajar secara langsung dari praktisi.
“Kegiatan FGD ini adalah momentum penting bagi mahasiswa untuk mengasah ketajaman analisis terhadap dinamika di lembaga pendidikan. Kami berharap mahasiswa mampu menyerap nilai-nilai profesionalisme dan integritas yang ada di MI Ash-Shalihin sebagai bekal menjadi manajer pendidikan yang kompeten di masa depan,” ujar Muh. Anwar HM.
Pihak sekolah pun menyambut hangat kehadiran para mahasiswa. Guru Pamong MI Ash-Shalihin, Ibu Sitti Husnih, S.Pd.I, menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa MPI memberikan warna baru dan energi positif bagi lingkungan madrasah melalui diskusi-diskusi produktif yang terbangun selama proses FGD.

“Kami sangat terbuka dengan kehadiran adik-adik mahasiswa. Melalui FGD ini, kami berbagi pengalaman nyata mengenai tantangan dan strategi pengelolaan kelas serta administrasi sekolah. Semoga sinergi antara teori kampus dan praktik di lapangan ini dapat memberikan manfaat timbal balik bagi kedua belah pihak,” ungkap Ibu Sitti Husnih.
Di tengah diskusi yang hangat, sosok Muhammad Yahya selaku Ketua Kelompok 11 tampil memimpin jalannya pemaparan. Dengan penampilan yang khas lewat kumis tipisnya yang rapi, Yahya tampak lugas dan tenang saat mengoordinasi rekan-rekannya dalam sesi tanya jawab bersama pihak madrasah.
Muhammad Yahya menyampaikan rasa terima kasihnya atas bimbingan yang diberikan oleh DPL maupun Guru Pamong. Menurut mahasiswa yang dikenal ramah ini, pengalaman terjun langsung ke MI Ash-Shalihin memberikan gambaran objektif mengenai ekosistem pendidikan yang tidak didapatkan hanya melalui literatur.
“Bagi kami, FGD ini adalah jembatan untuk memahami realitas profesi yang akan kami geluti. Kami belajar banyak tentang bagaimana membangun komunikasi yang efektif antara guru, staf, dan siswa, serta pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan regulasi sekolah,” tutur Muhammad Yahya sembari tersenyum simpul di balik kumis tipisnya yang ikonik.
Selama jalannya diskusi, kedelapan mahasiswa tersebut memaparkan hasil observasi awal mereka terkait aspek manajerial di MI Ash-Shalihin. Dialog dua arah yang tercipta memungkinkan adanya klarifikasi langsung terhadap data-data administratif yang tengah dikumpulkan sebagai tugas utama PLP 1.
FGD ini juga menyoroti inovasi yang dilakukan MI Ash-Shalihin dalam mempertahankan mutu pendidikan di tengah perkembangan teknologi. Mahasiswa diajak melihat bagaimana sistem manajemen madrasah beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai religius yang menjadi ciri khas sekolah.
Suasana kegiatan yang santai namun formal membuat proses transfer ilmu berjalan lancar hingga akhir acara. Penutupan FGD ditandai dengan sesi foto bersama sebagai simbol kemitraan yang kuat antara Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar dengan pihak MI Ash-Shalihin.










