Ia tidak hanya menyajikan teori pendidikan yang kaku, melainkan sebuah filosofi tentang bagaimana guru dapat memanfaatkan kekuatan bahasa dan pikiran untuk menanamkan pelajaran.
Ruangan workshop pun seketika berubah menjadi lebih hidup. Coach Anwar menjelaskan bahwa Hypnoteaching adalah seni komunikasi yang tulus, di mana guru bertindak sebagai fasilitator yang mengantar informasi langsung ke pintu hati dan alam bawah sadar siswa. Sesi menjadi semakin interaktif, bahkan penuh kejutan, ketika ia menyelingi materi dengan simulasi langsung Hypnosis dan Hypnoterapi ringan.
Beberapa guru terlihat tertawa lepas, namun ada pula yang sesaat dibuat agak tegang dan takjub ketika merasakan bagaimana kekuatan sugesti dapat memengaruhi kondisi fisik mereka, sebuah demonstrasi nyata akan dahsyatnya potensi pikiran.
“Kami sempat tegang waktu disuruh simulasi kaku, tapi itu lucu sekali dan betul-betul membuktikan bahwa kata-kata guru itu punya daya ‘hipnosis’ yang luar biasa,” tutur salah satu peserta, disusul gelak tawa teman-temannya yang lain. “Saya sadar, pulang dari sini saya tidak boleh lagi sembarangan bicara di depan anak-anak.”
Menepis Stigma dan Menyentuh Hati Pendidik






















Discussion about this post