Melalui workshop ini, Coach Anwar secara lugas berupaya mematahkan stigma negatif yang sering menempel pada istilah hypnosis yang dianggap mistis atau hanya untuk hiburan semata. Ia menekankan bahwa Hypnoteaching adalah murni ilmu psikologi dan komunikasi terapan untuk pendidikan. “Tugas kita, Bapak Ibu, adalah menjadi guru yang mampu menciptakan rasa aman dan nyaman di kelas.
Senyum tulus guru, kata-kata motivasi yang tepat, itulah ‘hypnosis’ terbaik yang membuat siswa antusias, percaya diri, dan mudah menyerap ilmu. Ini bukan sihir, tapi ilmu mendidik dengan cinta,” tegasnya, menyentuh relung hati setiap peserta.
Pengakuan tulus datang dari salah satu guru MTs. Bolaromang, yang merasa tersentuh secara emosional. “Saya kira Hypnoteaching ini hanya teknik mengajar biasa. Ternyata ini mengajarkan kami untuk mengajar pakai hati, bukan cuma pakai materi. Saya jadi sadar, selama ini mungkin saya mengajar terlalu mengandalkan ’emosi’, bukan menciptakan koneksi. Saya berjanji, besok pagi, saya akan coba untuk lebih banyak tersenyum dan memberikan afirmasi positif kepada siswa saya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Workshop yang berakhir menjelang waktu Magrib ini ditutup dengan suasana yang haru namun penuh harapan. Bapak Irwan, S.Pd, selaku Kepala Madrasah, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. “Ini adalah bekal yang sangat berharga.
Kami berharap guru-guru kami di Bolaromang, setelah ini, akan menjadi para pendidik yang lebih efektif, lebih peduli, dan mampu menyentuh sisi emosional setiap anak didiknya. Pulang-pulang, mari kita semua menjadi ‘Guru Hebat’ yang sesungguhnya.”





















Discussion about this post