BERITAPERS || MAKASSAR — Sebuah ruangan di Hotel Claro Makassar pada Sabtu (27/12/2025) berubah menjadi ruang refleksi yang hangat dan penuh air mata syukur. Ratusan peserta dari berbagai profesi berkumpul, bukan sekadar merayakan angka, melainkan merayakan perjalanan tiga tahun komunitas perempuan Sisterfillah Sulawesi.
Menginjak usia ketiga, Sisterfillah Sulawesi memilih cara berbeda untuk bersyukur. Mereka menghadirkan Family Spiritual Workshop bertajuk “Family Re-Connect”. Mengusung tema “Menyatukan Hati dan Pandangan Keluarga melalui Bahasa Cinta dan Kecerdasan Interpersonal”, workshop ini menghadirkan narasumber spiritual ternama, Ustadzah Al Nur Fatmawati Abd. Fattah atau yang akrab disapa Solver Nur.
Workshop ini dirancang sebagai “jembatan” bagi keluarga yang merindukan hubungan yang lebih lembut dan bermakna. Di tangan Solver Nur, para peserta diajak menyelami kedalaman pola komunikasi antara suami, istri, dan anak. Fokusnya jelas: memperbaiki hubungan agar tidak sekadar berubah secara permukaan, tetapi benar-benar pulih dari akar spiritualnya.

Ketua Sisterfillah Sulawesi, Hj. Andi Irawati, mengungkapkan keyakinannya tentang peran vital perempuan. “Kami meyakini ketika seorang perempuan dikuatkan imannya, maka dikuatkan pula pondasi keluarga dan generasinya. Di usia ke-3 ini, kami bersyukur Sisterfillah dapat menjadi ruang silaturahmi bagi saudara kita di Sulawesi,” tuturnya lembut.
Ia berharap, bekal kecerdasan interpersonal dan pemahaman bahasa cinta ini bisa menjadi “oleh-oleh” berharga yang diterapkan di rumah. “Kami ingin semuanya pulang membawa bahagia, memperbaiki komunikasi istri dengan suami, maupun orang tua dengan anak. Ke depan, Sisterfillah akan tetap konsisten pada misi menjadi Employee of Allah yang melayani umat,” tambah Hj. Andi Irawati.
Ketulusan Sisterfillah Sulawesi tidak berhenti pada materi workshop. Sebagai bentuk kepedulian sosial, acara ini dirangkaikan dengan penyerahan donasi peduli bencana Aceh dan Sumatera tahap 1 dan 2. Selain itu, diserahkan pula donasi untuk pembebasan lahan Pondok Pesantren Modern Kurir Langit, sebuah aksi nyata dari visi mereka melayani umat.
Senada dengan itu, Ketua Panitia, Anti, menekankan bahwa kegiatan ini jauh dari sekadar euforia ulang tahun. “Ini adalah ruang untuk membangun kembali koneksi yang mungkin sempat renggang. Kami berharap ada nilai tambah, ada ilmu, dan ada koreksi bagi setiap keluarga dalam membangun komunikasi di dalam rumah tangganya,” jelasnya.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan kue milad yang diiringi pengumuman doorprize, menambah keceriaan di tengah suasana haru workshop. Milad ke-3 ini menjadi penanda bahwa Sisterfillah Sulawesi bukan sekadar komunitas, melainkan sebuah gerakan hati yang bertekad menjaga keharmonisan keluarga di bawah payung iman.






















Discussion about this post