Beritapers.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sulawesi Selatan mengungkap identitas temuan tulang tangan korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500. Tulang tangan tersebut dipastikan milik Engineer pesawat, Hariadi (57).
Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, tim DVI gabungan menerima total 11 kantong jenazah dari Basarnas. Dari jumlah tersebut, satu kantong bernomor PM 62.B.03 berisi bagian tubuh berupa tulang tangan.
“Dari 11 kantong jenazah itu, ada satu kantong berisi tulang. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Biddokes, ternyata identik dengan korban atas nama Hariadi,” kata Djuhandhani dalam jumpa pers di Aula Gedung Biddokes Polda Sulsel, Sabtu (24/1).
Sementara itu, Kepala Biddokes Polda Sulsel Kombes Muh Haris menyebutkan, hingga saat ini tujuh kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi. Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti, serta ciri-ciri medis lainnya.
“Identifikasi dilakukan melalui sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis,” ujarnya.Haris merinci, kantong jenazah dengan kode Post Mortem (PM) 62.B.05 cocok dengan Ante Mortem (AM) 008.
Korban teridentifikasi atas nama Yoga Nouval Prakoso, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertugas sebagai operator foto udara.
“Teridentifikasi sebagai Yoga Nouval Prakoso, alamat Jalan Tutul Raya Nomor 264, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur,” jelasnya.
Selanjutnya, kantong jenazah PM 62.B.06 dan PM 62.B.03 berupa body part cocok dengan AM 003. Korban teridentifikasi sebagai Hariadi, kru pesawat IAT ATR 42-500.
“PM 62.B.03 dan PM 62.B.06 body part cocok dengan AM 003 dan teridentifikasi sebagai Hariadi, alamat Perumahan Puri Kahuripan 3 Nomor 4, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah,” kata Haris.
Kemudian, kantong jenazah PM 62.B.07 cocok dengan AM 001 dan teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Gunawan (26). Farhan merupakan co-pilot pesawat IAT ATR 42-500.
“Kantong jenazah PM 62.B.07 cocok dengan AM 001 atas nama Muhammad Farhan Gunawan, alamat Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan,” ungkapnya.
Korban berikutnya, kantong jenazah PM 62.B.08 cocok dengan AM 007 dan teridentifikasi sebagai Ferry Irawan (41), pegawai KKP.
“Kantong jenazah PM 62.B.08 teridentifikasi sebagai Ferry Irawan, alamat Jalan Rawameneng Nomor 43, Desa Janti, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat,” tuturnya.
Selanjutnya, kantong jenazah PM 62.B.09 cocok dengan AM 005 dan teridentifikasi sebagai Dwi Murdiono (40).
“Alamat Jalan Rajasari Perum Puri Indrakita Blok B.5, Sasak Panjang, Bogor, Jawa Barat,” katanya.
Sementara itu, kantong jenazah PM 62.B.10A dan PM 62.B.10B berupa body part serta PM 62.B.05 properti cocok dengan AM 009. Korban teridentifikasi sebagai Restu Adi Pribadi (40).
“Teridentifikasi sebagai Restu Adi Pribadi, alamat Jalan Tanjakan Kampung Baru, Kecamatan Kampung Makasar, Halim Perdana Kusuma,” jelas Haris.
Korban terakhir yang berhasil diidentifikasi adalah pilot pesawat IAT ATR 42-500, Andi Dahananto (58). Kantong jenazah PM 62.B.11 cocok dengan AM 010.
“Teridentifikasi sebagai Andi Dahananto, alamat Perumahan Tigaraksa, Desa Marga Sari Blok A1/36 Nomor 27, Tangerang, Banten,” tuturnya.
Dengan demikian, tim gabungan DVI telah berhasil mengidentifikasi total 10 korban kecelakaan pesawat IAT ATR 42-500.










