BERITAPERS || PINRANG – Dunia teknologi internasional dikejutkan oleh bakat luar biasa dari seorang remaja asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Rehan, siswa SMAN 8 Pinrang, baru saja menorehkan namanya dalam daftar elite Hall of Fame (HoF) NASA, badan antariksa Amerika Serikat.
Siapa sangka, di balik prestasi yang mendunia ini, Rehan adalah sosok sederhana yang tumbuh di tengah keterbatasan. Namun baginya, tembok ekonomi bukanlah penghalang untuk menggapai bintang.
Bermula dari Rasa Penasaran di Kelas 2 SMP
Kisah inspiratif ini dimulai saat Rehan masih duduk di bangku SMP. Tanpa perangkat canggih, ia hanya mengandalkan ponsel genggamnya untuk belajar pemrograman secara otodidak. Dari sekadar mencoba, rasa ingin tahunya berkembang menjadi minat besar di bidang keamanan siber (cyber security).
“Awalnya saya belajar lewat HP sejak kelas 2 SMP. Saya merasa tertantang untuk mendalami sistem keamanan karena ancaman digital itu akan selalu ada,” ujar Rehan dengan nada rendah hati.
Melihat potensi besar sang anak, orang tuanya yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibu rumah tangga, rela mengusahakan fasilitas laptop dan jaringan WiFi agar Rehan bisa melakukan riset dengan lebih serius.
Menemukan Celah di “Benteng” Amerika
Keberhasilan Rehan bukan didapat dari cara ilegal. Ia mengikuti Vulnerability Disclosure Program (VDP), sebuah skema resmi dari NASA yang mengundang para ahli IT dunia untuk menguji keamanan sistem mereka.
Rehan berhasil menemukan kerentanan (bug) yang cukup krusial pada sistem NASA. Setelah temuannya diverifikasi oleh tim keamanan NASA, Rehan pun mendapatkan apresiasi resmi. Nama pemuda asal Pinrang ini kini bersanding dengan para peneliti keamanan siber kelas dunia lainnya di daftar kehormatan NASA.
Banjir Penghargaan Internasional
Prestasi Rehan ternyata tidak berhenti di NASA. Bakat “hacker putih” (white hat hacker) ini juga telah diakui oleh berbagai universitas bergengsi di luar negeri dan dalam negeri, di antaranya:
• Internasional: University of Oslo (Norwegia), TU Dresden (Jerman), dan San Diego State University (AS).
• Nasional: Sertifikat apresiasi dari Universitas Brawijaya, UNDIP, hingga UNAIR.
Saat ini, Rehan tetap menjadi pribadi yang fokus pada pendidikannya di SMAN 8 Pinrang, sembari terus mengasah kemampuannya dalam riset keamanan digital. Kisahnya menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa kecerdasan tidak mengenal status sosial, dan fasilitas terbatas bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi besar.
Penulis: Muhammad Asyrof






















Discussion about this post