BERITAPERS || MAROS – Perhelatan religius terbesar di Sulawesi Selatan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIV Tingkat Provinsi, resmi dimulai. Upacara pembukaan yang berlangsung megah ini dipusatkan di Lapangan Pallantikang, Kantor Bupati Maros, pada Minggu (12/4/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., MM., yang membawa serta rombongan kafilah terbaik dari Kabupaten Takalar. Momen emosional dan penuh khidmat terjadi saat Wakil Bupati Takalar menyerahkan secara langsung Piala Bergilir MTQ Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan kepada Gubernur Sulawesi Selatan, didampingi Bupati Maros selaku tuan rumah.
Penyerahan piala tersebut menandai berakhirnya masa jabatan Kabupaten Takalar sebagai Juara Umum bertahan, setelah sebelumnya sukses meraih prestasi tertinggi pada gelaran MTQ ke-XXXIII di rumah sendiri.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah sarana untuk mempererat silaturahmi antar-daerah dan memperdalam kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Acara pembukaan ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah se-Sulawesi Selatan, jajaran Forkopimda, serta ribuan kafilah yang siap bertanding dalam berbagai cabang lomba yang disiapkan panitia.
Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, dalam keterangannya menyatakan harapan besar agar kontingen Takalar dapat kembali memberikan performa terbaik dan senantiasa menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung di Butta Salewangang.
“Kami datang ke Kabupaten Maros bukan sekadar untuk berkompetisi, tapi untuk membawa misi syiar Islam. Saya berharap seluruh kafilah Kabupaten Takalar dapat memberikan penampilan terbaiknya, menjaga fokus, dan yang terpenting tetap menjaga nama baik daerah kita dengan perilaku yang qur’ani. Target kita tentu mempertahankan prestasi, namun sportivitas tetaplah yang utama,” ujar Dr. H. Hengky Yasin.
Beliau juga menambahkan bahwa penyerahan piala bergilir ini merupakan simbol sportivitas dan kesiapan untuk kembali berjuang.
“Kami menyerahkan piala ini dengan rasa bangga atas prestasi sebelumnya, dan hari ini kami datang ke Maros dengan semangat baru untuk mensyiarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an,” pungkasnya.





















Discussion about this post