Setelah sesi yang penuh inspirasi, Coach Anwar beralih ke materi kedua yang tak kalah menarik: praktek hypnoterapi. Suasana tegang awalnya sempat menyelimuti, namun Coach Anwar dengan cerdas meredakannya dengan humornya. “Tenang, jangan bayangkan saya akan mengeluarkan mantra atau menghipnotis kalian untuk menyerahkan semua isi dompet!” ucapnya disambut tawa pecah.
Ia menjelaskan bahwa hipnosis adalah ilmu, bukan sihir hitam. “Ini masuk kategori ilmu putih, tergantung siapa yang menggunakannya. Seperti pisau, bisa untuk memotong sayur, bisa juga untuk hal yang tidak benar. Intinya, kendali ada pada diri kita,” jelasnya. Dengan gaya jenaka, Coach Anwar memaparkan bahwa hipnosis adalah kondisi relaksasi mendalam di mana pikiran bawah sadar lebih terbuka untuk menerima sugesti positif. “Bukan tidur kok, kalian tetap sadar, cuma pikiran kalian lagi asyik rebahan!” kelakarnya.
Untuk membuktikan bahwa hipnosis tidak seseram yang dibayangkan, Coach Anwar mengundang beberapa peserta secara acak untuk simulasi. Salah satu santri yang awalnya terlihat tegang, diminta maju kedepan. Coach Anwar memintanya membayangkan tangannya sangat di bakar oleh sebatang rokok. Tak lama, tangannya merasakan sangat panas seolah rokok tersebut sangat panas (padahal rokok tidak dobakar sama sekali) membuat takjub santri lainnya. “Wah, ini bukan sihir, tapi kayak ada dorongan dari dalam!” serunya dengan matanya yang berbinarberbinar.
Ada pula simulasi ketika seorang santri, diminta membayangkan buah-buahan yang ia sukai dan yang ia tidak sukai. Seketika, ekspresi kekuatan tangannya sangat kuat dan tangan satunya sangat lemah dan peserta lain spontan berucap, “Astaga, rasanya kuat sekali tangannya namun tangan satunya sangat lemah!” sambil menunjukkan ekspresi wajah yang keheranan, membuat seisi ruangan tertawa.
Komentar para peserta setelah simulasi pun tak kalah jenaka. “Saya kira tadi bakal jadi ayam, eh malah tangan saya ringan sendiri!” celetuk salah satu santri. Santri lain menimpali, “Saya pikir bakal diajak joget di depan, ternyata malah diajak rileks, lumayan buat stres ujian!” Kesan yang ditinggalkan bukan hanya tawa, tapi juga pemahaman baru bahwa hipnosis adalah alat bantu positif jika digunakan dengan benar.





















Discussion about this post