BeritaPers. Maros, Sulawesi Selatan – Stigma generasi muda yang apatis dan kurang percaya diri kembali diuji di Madrasah Aliyah (MA) Belang-Belang, Kabupaten Maros. Sabtu (26/4/2025) menjadi hari transformatif bagi puluhan siswa kelas XII yang hadir dalam seminar “Hypnomotivation: Membangun Kepercayaan Diri Langkah Penting Menuju Impian”. Inisiatif brilian dari Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (MPI) semester VI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah “gebrakan” psikologis untuk menumbuhkan mentalitas pemenang di kalangan pelajar.
Di balik kesuksesan acara ini, tersembunyi kerja keras 10 mahasiswa MPI FTK UINAM yang dikomandoi oleh Nur Fadhilah. Dalam laporannya, Nur Fadhilah tak hanya menyampaikan rasa syukur atas dukungan fasilitas dari MA Belang-Belang, namun juga menyoroti peran krusial Bapak Muh Anwar HM, dosen mata kuliah microleading. “Beliau telah membuka mata kami bahwa pendidikan bukan hanya tentang teori, tapi juga aksi nyata yang memberdayakan,” ujarnya penuh semangat. Proyek seminar ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Pembukaan seminar oleh Bapak Gilang, S.Pd., M.Pd., perwakilan Prodi MPI FTK UIN Alauddin Makassar, langsung “menohok” para siswa. Dengan gaya retorika yang lugas dan penuh semangat, beliau menantang mentalitas pasif. “Jangan biarkan diri kalian hanya menjadi penonton dalam drama kehidupan! Kepercayaan diri adalah tiket untuk menjadi pemeran utama dalam meraih mimpi,” tegasnya, disambut antusiasme para peserta. Apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa juga disampaikan, menandakan dukungan penuh dari pihak kampus terhadap kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Respon positif juga datang dari pihak sekolah. Ibu Nurwahidah, M.Pd., mewakili Kepala MA Belang-Belang, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan dedikasi para mahasiswa UIN Alauddin Makassar. “Kami percaya, kegiatan ini akan menjadi suntikan motivasi yang signifikan bagi siswa-siswi kami, terutama dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya. Kepercayaan diri adalah modal utama untuk menggapai cita-cita,” ujarnya.
Sesi pertama menghadirkan Ibu Nurwahidah, M.Pd., yang membekali siswa dengan pemahaman tentang “Peranan Aplikasi dalam Pembelajaran”. Beliau membuka wawasan siswa tentang bagaimana memanfaatkan teknologi secara efektif untuk meningkatkan kualitas belajar, bukan sekadar sebagai hiburan semata.





















Discussion about this post