Beritapers.com.Makassar – DPC PDI Perjuangan Kota Makassar membagikan sebanyak 200 voucher BBM kepada para pengemudi ojek online (ojol) dan bentor di SPBU Pertamina Jalan Opu Daeng Siraju (Cendrawasih), Kota Makassar.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil, khususnya para pekerja sektor transportasi, yang saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Ir. Hj. Andi Suhada Sappaile, mengatakan, pihaknya sengaja memilih bantuan dalam bentuk voucher BBM karena dinilai lebih tepat sasaran dan langsung dirasakan manfaatnya oleh para penerima.
Menurutnya, dibandingkan bantuan sembako yang sudah banyak disalurkan pihak lain, voucher BBM dianggap lebih relevan bagi pengemudi ojol dan bentor yang setiap hari bergantung pada bahan bakar untuk mencari nafkah.
“Kita tahu bahwa PDI Perjuangan selalu ingin dekat dengan rakyat. Kami sengaja tidak membagikan sembako, karena sembako sudah banyak dibagikan pihak lain.
Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bawah, khususnya ojol dan bentor. Walaupun nilainya tidak begitu besar, namun sangat membantu mereka, apalagi di tengah kondisi ekonomi saat ini,” ujar Andi Suhada Sappaile.
Ia menambahkan, sebanyak 200 voucher BBM dibagikan dalam kegiatan tersebut. Ke depan, program serupa rencananya akan kembali dilaksanakan dengan jumlah dan nilai bantuan yang lebih besar.
“Ini masih tahap awal atau percobaan. Ke depan kami akan lanjutkan lagi, tentunya dengan nilai voucher yang lebih besar. Yang terpenting, kegiatan ini tidak mengganggu lalu lintas maupun pengguna jalan lainnya,” tambahnya.
Pembagian voucher BBM ini mendapat sambutan antusias dari para pengemudi ojol dan bentor. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat membantu untuk meringankan biaya operasional harian, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Melalui kegiatan ini, DPC PDI Perjuangan Kota Makassar berharap kehadiran partai di tengah masyarakat dapat benar-benar dirasakan, khususnya oleh kelompok pekerja kecil yang membutuhkan dukungan nyata.










