Perwakilan dari IPMAS Sabah Malaysia secara eksplisit menyatakan kekaguman mereka terhadap metode yang disampaikan.
“Kami datang jauh-jauh karena mendengar reputasi Coach Anwar sebagai akademisi yang menguasai teknologi pikiran, yang dinilai berada pada ‘level dewa’ dalam pemberdayaan otak (Brain Power). Ini adalah oase inovasi di tengah metode belajar yang kaku,” ujar salah satu perwakilan IPMAS.
Mereka menyerap setiap materi dengan serius, terutama yang berkaitan dengan teknik mengakses potensi otak secara etis dan menciptakan lingkungan belajar anti-stres. Fokus mereka adalah bagaimana membawa pulang ilmu Hypnoteaching ini untuk meningkatkan kecerdasan dan, yang lebih penting, ketahanan stres (anti-galau) pelajar di Malaysia.

Dampak paling signifikan dari workshop ini adalah komitmen tegas dari perwakilan IPMAS. Mereka menyatakan bahwa akan membawa pulang seluruh materi dan metodologi pengajaran Hypnoteaching ini untuk diimplementasikan secara sistematis di komunitas pelajar Sabah. Mereka percaya bahwa workshop ini adalah ‘Cuci Otak Positif’ yang membuka jalan bagi revolusi proses belajar mengajar di wilayah mereka.
“Kami melihat potensi besar Hypnoteaching untuk mengatasi isu burnout dan tekanan akademis yang dialami pelajar kami. Kami tidak akan membiarkan ilmu ini berhenti di seminar. Kami akan menjadi duta yang merevolusi cara belajar di Sabah, menjadikan belajar sebagai arena penemuan yang luar biasa,” tegas perwakilan tersebut saat sesi penutupan.
Pesan Kunci Coach Anwar yang dibawa oleh delegasi adalah: “Mainkan pikiran bawah sadar Anda!” sebagai strategi untuk mencapai kecerdasan tanpa tekanan berlebihan. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi pendidikan di Makassar memiliki daya tarik dan relevansi global.
Secara keseluruhan, Workshop Hypnoteaching ini berhasil mencetak ratusan agen perubahan pendidikan. Kehadiran IPMAS Malaysia membuka lembaran baru bagi kolaborasi regional, menegaskan bahwa Batas Negara tidak menghalangi transfer ilmu pengetahuan yang berdampak positif. Makassar telah berhasil mengekspor sebuah metode yang diharapkan dapat menciptakan generasi pelajar yang lebih cerdas dan anti-galau, baik di Indonesia maupun di Malaysia.



















Discussion about this post