BeritaPers – Makassar, 29 November 2025 – Momentum inovasi metodologi pengajaran di kancah pendidikan tidak hanya menarik perhatian akademisi domestik, tetapi juga dari regional. Kota Makassar menjadi saksi atas penyelenggaraan Workshop Hypnoteaching bertema, “Unleash Your Brain Power: Menguak Rahasia Pikiran Bawah Sadar untuk Belajar Cerdas dan Efektif,” yang kian menegaskan peran Makassar sebagai pusat pengembangan pendidikan inovatif.
Acara yang dipadati lebih dari 200an insan akademisi dan profesional pendidikan ini berlokasi di Hotel Grand Imawan Lt. III. Keistimewaan workshop ini terletak pada partisipasi aktif dan terorganisir dari delegasi mahasiswa dan pelajar, termasuk rombongan khusus dari IPMAS (Ikatan Pelajar Mahasiswa Sabah) Malaysia. Kehadiran mereka menunjukkan adanya kolaborasi dan ketertarikan transnasional terhadap pendekatan neuro-edukasi yang ditawarkan.
Acara ini dipandu oleh Coach Muh Anwar, seorang figur yang diakui atas keahliannya di bidang pikiran bawah sadar dan rekam jejak akademisnya yang impresif. Beliau saat ini menjabat sebagai Kepala Microleading FTK UIN Alauddin, Ketua Program Studi Manajemen STIMI-YAPMI, dan CEO ITMT Indonesia serta pembina IPMAS di Sulawesi Selatan. Di atas panggung, Coach Anwar secara interaktif mendemonstrasikan perpaduan antara teori Hypnoteaching, Neuro-Linguistic Programming (NLP), dan metode simulasi aplikatif.
Beliau menekankan bahwa kunci belajar cerdas terletak pada kemampuan untuk ‘mengaktivasi’ pikiran bawah sadar guna melampaui metode penghafalan konvensional. Pendekatan ini menarik perhatian IPMAS karena relevansinya dalam mengatasi tantangan akademis dan tekanan stres yang dialami pelajar Malaysia.
Workshop ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai representasi institusi. Ibu Lisa Nursita, S.E., M.Si (Sekertaris Prodi MPI FTK UINAM), secara resmi membuka acara dan menyampaikan kebanggaan atas inisiatif Coach Anwar yang membuktikan bahwa pendidikan harus dinamis dan inovatif, sekaligus menyambut baik kolaborasi lintas negara yang terjadi. Secara spesifik, delegasi IPMAS Malaysia menjadi sorotan utama. Kehadiran mereka menunjukkan kepercayaan bahwa solusi bagi masalah kejenuhan belajar pelajar di Sabah, Malaysia, dapat ditemukan melalui teknologi pikiran yang diajarkan di Makassar.




















Discussion about this post