BeritaPers. – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Jannatul Iman pada malam ke-10 Ramadhan, 9 Maret 2025. Ratusan jamaah memadati masjid untuk mengikuti kegiatan amaliyah Ramadhan, yang diisi dengan ceramah oleh Dr. Muh Anwar HM.
Dalam ceramahnya yang bertema “Pesona Ramadhan”, Dr. Muh Anwar HM mengajak jamaah untuk merenungkan makna dan hikmah bulan suci ini. Beliau memaparkan bagaimana Ramadhan menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat tali silaturahmi, dan membersihkan diri dari dosa.
Dr. Muh Anwar HM juga membandingkan kondisi umat Islam di zaman Nabi Muhammad SAW dengan kondisi saat ini. Beliau menekankan bahwa tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini memang berbeda, namun esensi Ramadhan sebagai bulan pelatihan diri tetaplah sama.
“Di zaman Nabi, tantangan utama adalah perjuangan fisik melawan kaum kafir. Namun, di zaman sekarang, tantangan kita lebih kompleks, seperti godaan duniawi, media sosial, dan gaya hidup konsumtif,” ujar Dr. Muh Anwar HM.
Beliau menambahkan bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk kembali kepada Al-Quran dan Sunnah, serta memperkuat iman dan takwa. Salah satu dalil yang disampaikan adalah :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٨٣
Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah: 183).
Ceramah Dr. Muh Anwar HM mendapat sambutan hangat dari para jamaah. Banyak yang terkesan dengan gaya penyampaiannya yang lugas, humoris, dan mudah dipahami. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan murah senyum.
salah seorang jamaah berujar, “Ceramah beliau sangat menyentuh hati. Beliau mampu menjelaskan hal-hal yang kompleks dengan bahasa yang sederhana,” ujar. Di kesempatan yang sama, seorang jamaah yang enggan disebut namanya menuturkan bahwa “Saya sangat terkesan dengan kerendahan hati beliau. Meskipun seorang yang berilmu tinggi, beliau tetap ramah dan murah senyum,” “Beliau sangat jenius, tetapi sangat humbel, itu yang membuat ceramah beliau mudah diterima oleh semua kalangan,” ucap jamaah lainnya.
Kegiatan amaliyah Ramadhan di Masjid Jannatul Iman ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para jamaah, serta meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan di bulan suci Ramadhan.
(AWR)






















Discussion about this post