Dalam kesempatan yang sama, Prabowo meminta Kementerian Pertanian dan otoritas terkait untuk mengawal kebijakan ini dan memastikan bahwa seluruh pihak bekerja dengan prinsip keadilan ekonomi. “Ada menteri pertanian di sini. Mereka (pengusaha) masih mau ikut aturan kita? Masih mau di republik ini? Selama kita berada di jalan yang benar, kita bisa menjadi negara yang kaya,” pungkasnya. Prabowo percaya bahwa dengan kerjasama yang baik, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara yang kaya dan sejahtera.
Prabowo juga mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk bekerja sama dalam menciptakan kebijakan ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa keberpihakan kepada petani harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pertanian dan ekonomi nasional. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa sektor pangan harus mendapatkan perhatian khusus karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
Sebagai bagian dari komitmennya, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap pengusaha yang melanggar aturan dan hanya berorientasi pada keuntungan pribadi. Jika perlu, pemerintah akan mengambil alih operasional penggilingan padi yang terbukti merugikan petani. “Kami tidak akan diam jika ada pihak yang merugikan rakyat. Semua kebijakan harus berpihak kepada rakyat,” tambahnya.
Keputusan ini bukan hanya bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada petani, tetapi juga untuk memastikan bahwa sektor pertanian nasional dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Dalam jangka panjang, Prabowo berencana untuk memperkuat regulasi terkait pengelolaan sektor pertanian, termasuk mekanisme harga dan distribusi hasil pertanian agar lebih adil dan transparan.
Dalam penutup pidatonya, Prabowo menegaskan kembali komitmennya untuk membawa Indonesia menuju kesejahteraan dan kemakmuran. Ia percaya bahwa dengan sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan petani, Indonesia dapat mencapai swasembada pangan dan menjadi negara yang mandiri dalam sektor pertanian.
“Kalau kita bersatu, kita bisa menjadi negara yang lebih kaya. Petani harus menjadi tulang punggung perekonomian kita, dan pemerintah wajib melindungi mereka,” kata Prabowo. Dengan pendekatan yang lebih adil dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat, diharapkan kebijakan ini dapat menjadi tonggak awal bagi transformasi besar dalam sektor pertanian di Indonesia.
Pernyataan Prabowo ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, terutama dari para petani yang selama ini merasa kurang mendapatkan perhatian. Dengan adanya langkah tegas dari pemerintah, harapan akan masa depan pertanian yang lebih cerah semakin nyata. Kini, tinggal menunggu bagaimana kebijakan ini diimplementasikan secara nyata di lapangan untuk memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga dan ekonomi nasional semakin kuat.
#Uncle G










