BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG — Kamis, 9 September 2026. UPT Puskesmas Lanrisang, Kabupaten Pinrang, melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi peserta didik di SMAN 10 Pinrang, Kamis hingga Jumat, 10–11 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin tahunan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah.
Pelaksanaan skrining kesehatan tersebut menjadi bagian dari agenda pelayanan kesehatan Puskesmas Lanrisang yang menyasar sejumlah satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Pinrang. Kegiatan dilakukan secara terjadwal sebagai langkah promotif dan preventif untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa sejak dini.
Kepala UPT Puskesmas Lanrisang, drg. Bertha Yestiani, M.Kes, mengatakan skrining kesehatan di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam mendeteksi berbagai potensi gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan maupun proses belajar peserta didik.
“Skrining kesehatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendeteksi kondisi kesehatan siswa sejak dini. Dengan pemeriksaan secara berkala, apabila ditemukan adanya masalah kesehatan, dapat segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,” ujar drg. Bertha Yestiani.
Menurutnya, pelayanan kesehatan anak usia sekolah tidak hanya dilakukan ketika siswa mengalami sakit. Upaya pencegahan dan deteksi dini juga harus diperkuat agar berbagai gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi peserta didik untuk semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekolah. Kebiasaan hidup bersih dan sehat diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Sementara itu, Kepala SMAN 10 Pinrang, Hj. Ida Riliani,SE.,M.Pd, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan skrining kesehatan yang dilakukan jajaran Puskesmas Lanrisang. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting karena kondisi kesehatan siswa merupakan salah satu faktor yang mendukung kelancaran proses pembelajaran.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan skrining kesehatan yang dilaksanakan Puskesmas Lanrisang di SMAN 10 Pinrang. Kesehatan peserta didik merupakan hal yang sangat penting karena akan berpengaruh terhadap aktivitas dan konsentrasi mereka dalam mengikuti pembelajaran,” ujar Hj. Ida Riliani.
Ia menambahkan, pihak sekolah akan terus mendukung program-program kesehatan yang dilaksanakan bersama tenaga kesehatan, khususnya kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, kondisi kesehatan siswa dapat diketahui lebih awal sehingga jika ada yang membutuhkan perhatian atau tindak lanjut, dapat segera ditangani. Kami juga terus mengajak siswa untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat,” tambahnya.
Kolaborasi antara Puskesmas dan pihak sekolah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat. Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menanamkan kesadaran mengenai kesehatan sejak usia dini.
Pelaksanaan skrining di SMAN 10 Pinrang juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan Puskesmas Lanrisang yang dilaksanakan secara bertahap di sejumlah sekolah.
Berdasarkan jadwal yang diterbitkan UPT Puskesmas Lanrisang, setelah pelaksanaan di SMAN 10 Pinrang, kegiatan dilanjutkan di MIN Pinrang pada 14 September, SMPN 2 Mattiro Sompe pada 18–19 September, MTs DDI Ujung pada 23 September, SMPN 2 Lanrisang pada 24 September, MA At-Taqwa DDI Jampue pada 28 September, MTs At-Taqwa DDI Jampue pada 29 September, serta UPT SDN 59 Pinrang pada 30 September 2026.
Dengan pelaksanaan secara terjadwal dan berkelanjutan, Puskesmas Lanrisang berharap skrining kesehatan anak usia sekolah dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, aktif dan mampu mengikuti proses pendidikan secara optimal.
Program ini sekaligus memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan, sekolah dan keluarga dalam membangun kesadaran kesehatan sejak dini, dengan menempatkan deteksi dini dan pencegahan sebagai bagian penting dari pelayanan kesehatan peserta didik. (MLP)










