Beritapers.com, Makassar – Di tengah perhatian publik pada pembangunan dan moralitas sosial, kajian ilmiah yang menghubungkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan praktik nyata masyarakat menjadi semakin relevan.
Fathullah Marzuki, S.Th.I., M.Th.I., hadir membawa kontribusi tersebut melalui disertasinya yang menekankan konsep masyarakat madani sebagai model integratif untuk membangun Indonesia yang beradab, berkeadilan, dan maju.
Fathullah, Direktur Pendidikan Darul Istiqamah Makassar, resmi meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Wawasan Al-Qur’an tentang Masyarakat Madani: Studi Analitis terhadap Tafsir Al-Azhar Karya Hamka” di Program Studi Dirasah Islamiyah, Konsentrasi Tafsir, Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.
Sebagai putra pendiri Pesantren Darul Istiqamah, KH Ahmad Marzuki Hasan Rahimahullah, Fathullah melanjutkan tradisi keilmuan, dakwah, dan pendidikan Islam yang telah dirintis oleh ayahandanya.
Sidang promosi doktor dipimpin oleh Prof. Dr. Abustani Ilyas, M.Ag., Ketua Sidang Majelis sekaligus Direktur Pascasarjana UIN Makassar, yang menyatakan, “Saudara Fathullah adalah alumni pascasarjana dan telah layak dipanggil kyai seperti ayahanda beliau, seorang tokoh umat yang dikenal luas di masyarakat.”
Ketua Majelis Sidang menegaskan, “Dengan ini Promovendus dinyatakan lulus dengan sangat memuaskan, berdasarkan hasil penetapan ini, saudara berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu tafsir.” Fathullah memperoleh nilai 3,99 – sangat memuaskan.
Sidang dihadiri sejumlah tokoh, keluarga, Perwakilan Unismuh, termasuk Pimpinan Ma’had Al-Birr KH. Lukman Abd Shamad, pimpinan Al Markaz Darul Istiqamah Sinjai, segenap pimpinan Darul Istiqamah dari berbagai daerah, serta Prof. Dr. Aminullah dari IAIN Bone.
Ucapan selamat juga datang dari Dr. Ibrahim, S.H., M.H., LL.M., Hakim Agung Mahkamah Agung RI, yang menulis melalui pesan singkat, “Semoga diberikan yang terbaik, dan Allah mudahkan dengan keberhasilan yang berkah.”
Penguji eksternal, Dr. Surahman Amin dari STAIN Sorong dan alumni Darul Istiqamah, mengapresiasi disertasi ini. “Disertasi ini unik karena menghadirkan narasi baru tentang masyarakat madani yang relevan dengan konteks Indonesia, berbeda dari kajian konvensional yang mengaitkan Ibn Khaldun atau tokoh lain,” ujar Dr Surahman Amin.
Sementara itu, Prof. Ahmad Abu Bakar menyoroti analisis kritis disertasi hingga 400 halaman, sedangkan Prof. Muhsin Mahfuz mengenang Fathullah pernah menghadiahkan karya ayahandanya, Tafsir Al-Muzzammil sebagai tafsir gerakan bagi dai yang turun langsung ke masyarakat.
Dalam disertasinya, Fathullah menekankan tiga prinsip utama masyarakat madani marhamah, (kepedulian sosial dan kasih sayang), baldatun thayyibah (kemakmuran melalui ketaatan dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan), dan masyarakat amanah (supremasi hukum dan integritas).
Temuan penelitian ini memiliki implikasi praktis bagi pembangunan Indonesia: memperkuat karakter dan solidaritas masyarakat, orientasi pembangunan ketahanan pangan dan inovasi, serta penguatan supremasi hukum dan anti-korupsi.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan keluarga besar Pesantren Darul Istiqamah dan diharapkan memberi kontribusi nyata bagi pengembangan studi tafsir, pemikiran Islam, serta penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Indonesia.





















Discussion about this post