Makassar – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI memberikan arahan krusial dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan mengusung tema “Menuju Pendidikan Muhammadiyah Unggul, Berkarakter dan Berkemajuan” yang berlangsung di Hotel Four Points Makassar, Sabtu (14/2/2026).
Dalam forum yang mempertemukan seluruh pengelola pendidikan Muhammadiyah se-Indonesia tersebut, Mendikdasmen menggarisbawahi empat poin utama yang akan menjadi pilar transformasi pendidikan nasional.
Kehadiran Mendikdasmen dalam forum ini menegaskan posisi strategis Muhammadiyah sebagai mitra utama pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui ribuan satuan pendidikan yang dikelolanya.
Dalam pemaparannya, Mendikdasmen menekankan bahwa tantangan pendidikan di masa depan tidak lagi bisa diselesaikan dengan cara-cara konvensional. Ia mendorong adanya Gerakan Semesta Pendidikan, di mana sekolah tidak lagi menjadi entitas yang terisolasi, melainkan menjadi pusat sinergi antara guru, orang tua, dan komunitas.
“Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu di dalam kelas, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk membangun peradaban,” ujar Mendikdasmen di hadapan para peserta Rakornas.
Lebih lanjut, empat pesan utama yang disampaikan mencakup
Restorasi Pendidikan Karakter, Mendikdasmen meminta lembaga pendidikan Muhammadiyah menjadi garda terdepan dalam mengembalikan marwah adab dan etika dalam proses belajar-mengajar. Penekanan pada moralitas dianggap sebagai fondasi utama di tengah gempuran disrupsi informasi.
Akselerasi Literasi dan Numerasi, Pemerintah mendorong penguatan kemampuan bernalar kritis siswa. Fokus utama diarahkan pada literasi tingkat tinggi agar siswa mampu menganalisis fenomena kompleks, bukan sekadar membaca teks secara tekstual.
Digitalisasi yang Berpusat pada Manusia, Mendikdasmen menegaskan bahwa teknologi adalah sarana, bukan tujuan. Ia berpesan agar adaptasi teknologi di sekolah tetap menjaga interaksi emosional dan spiritual antara guru dan murid.
Inovasi Kurikulum yang Adaptif: Sekolah-sekolah swasta, khususnya Muhammadiyah, didorong untuk melahirkan inovasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan namun tetap berakar pada nilai-nilai ideologis bangsa.
Rakornas ini juga menjadi ajang dialog antara pemerintah dan Majelis Dikdasmen-PNF PP Muhammadiyah untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan realitas di lapangan. Mendikdasmen memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Muhammadiyah yang secara konsisten membantu tugas negara dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga ke pelosok negeri.
Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PP Muhammadiyah menyambut baik empat pesan tersebut dan berkomitmen untuk mengintegrasikannya ke dalam peta jalan (roadmap) pendidikan Muhammadiyah menuju 2045.
Pertemuan ini diharapkan melahirkan rekomendasi strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi internal organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi penyempurnaan kebijakan pendidikan dasar dan menengah secara nasional.
Penulis: Rafiuddin | Editor: Kemal | Admin: Rafiuddin






















Discussion about this post