BERITAPERS.COM || MAKASSAR, Sabtu (19/9/2026) — Suasana di lingkungan Kantor Polsek Mamajang, Kota Makassar, menjadi sangat tegang malam ini. Ratusan pengemudi ojek online dari berbagai komunitas berkumpul secara massal, memenuhi halaman dan jalan di depan kantor kepolisian. Mereka datang menyampaikan tuntutan tegas: segera menangkap pelaku yang telah melakukan kekerasan bersenjata tajam terhadap salah satu rekan mereka.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan korban yang dikonfirmasi kepada rekan-rekannya, peristiwa bermula saat ia menerima pesanan penjemputan di salah satu pusat perbelanjaan besar di Kota Makassar. Sesampainya di lokasi, seseorang yang mengaku sebagai petugas parkir meminta biaya parkir sebesar Rp10.000.
Korban merasa aneh dan mempertanyakan pungutan tersebut, karena tidak ada papan informasi tarif maupun bukti resmi yang dipajang. Pertanyaan sederhana itu justru memicu perdebatan yang memanas. Alih-alih menjelaskan, pihak yang memungut biaya justru marah besar, mengeluarkan senjata tajam, dan langsung menebas bagian lengan/tangan korban tanpa peringatan.
Korban jatuh terluka dan berdarah. Warga serta rekan sesama pengemudi yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Tindakan kejam itu tersebar cepat di grup percakapan sesama pengemudi, memicu kemarahan luas dalam waktu singkat.
Massa Desak Penindakan Cepat
Tak lama kemudian, ratusan pengemudi berkumpul dan bergerak bersama menuju Polsek Mamajang. Dengan suara lantang, mereka menyampaikan tuntutan kepada pimpinan dan jajaran kepolisian setempat.
Seorang perwakilan massa menyampaikan di depan kantor Polsek:
“Kami meminta Polsek Mamajang segera menangkap pelaku pembacokan itu dalam waktu 1×24 jam. Jika sampai batas waktu tersebut pelaku belum diamankan, kami seluruh rekan-rekan akan turun mencari sendiri keberadaan orang itu.”
Ancaman itu disampaikan dengan nada serius, disambut sorak-sorai setuju dari ratusan pengemudi yang hadir. Suasana sempat mencekam, namun massa tetap berusaha menjaga ketertiban saat menyampaikan aspirasi.
Harapan Kepada Pihak Berwajib
Para pengemudi menegaskan mereka menginginkan keadilan, bukan kerusuhan. Mereka menuntut:
– Proses hukum berjalan cepat, transparan, dan tidak diulur waktu
– Pelaku dipertanggungjawabkan seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku
– Perlindungan keamanan bagi seluruh pengemudi ojek online yang beroperasi di wilayah Makassar
Sampai berita ini diturunkan, pihak Polsek Mamajang telah menerima laporan dan kedatangan massa. Pihak kepolisian diminta segera memberikan kepastian dan tindakan nyata, agar kemarahan warga maupun pengemudi tidak meluas menimbulkan kericuhan yang lebih besar.
Laporan: Syamsir










