Usai sambutan, Wakapolda Sulsel menyerahkan bantuan sembako kepada perwakilan masing-masing komunitas Ojol. Pemberian ini sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan emosional antara kepolisian dan para pengemudi Ojol.
Sementara itu, Ketua Komunitas Ojol Sulsel, Jamail, dalam sambutannya menegaskan komitmen komunitasnya untuk selalu menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun ajakan yang dapat merugikan masyarakat.
Lebih lanjut, komunitas Ojol Sulsel menyampaikan pernyataan sikap resmi yang berisi tiga poin penting. Pertama, mengecam keras segala bentuk aksi anarkis yang menyebabkan korban jiwa, termasuk meninggalnya rekan mereka, Rusdamdiansyah, bersama tiga korban lainnya.
Kedua, komunitas Ojol Sulsel menegaskan akan terus menjaga suasana aman, penuh kebersamaan, serta menolak segala bentuk provokasi yang bisa merugikan pengemudi maupun masyarakat luas.
Ketiga, komunitas Ojol Sulsel menyatakan dukungan penuh terhadap Polda Sulsel dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Dukungan ini menjadi penegasan bahwa Ojol siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga stabilitas daerah.

Sebagai simbol penghormatan dan rasa cinta kepada institusi kepolisian, perwakilan komunitas Ojol Sulsel menyerahkan bunga kepada Wakapolda Sulsel. Gestur ini disambut hangat dan penuh kekeluargaan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausyiah dan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Husain Bin Ahmad Al Hamid. Suasana khidmat tampak menyelimuti seluruh peserta yang hadir, mencerminkan harapan bersama untuk kedamaian dan keamanan Sulawesi Selatan.
Kegiatan ditutup dengan penuh kekhidmatan. Baik pihak kepolisian maupun komunitas Ojol berharap momentum ini menjadi langkah awal yang lebih solid dalam menjaga Kamtibmas, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat Sulawesi Selatan.



















