Beritapers.com, Makassar– Mentalitas mandiri dan inovatif kini menjadi modal utama yang wajib dimiliki oleh generasi muda sebelum terjun ke masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FTK UIN Alauddin Makassar bersama mahasiswa STIMI YAPMI Makassar berkumpul dalam sebuah forum edukatif bertajuk Studium Generale.
Acara yang mengusung tema menarik “The Future Entrepreneur: Navigasi Manajemen Bisnis Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Sejak Kuliah” ini digelar secara tatap muka pada Sabtu, 6 Juni 2026. Bertempat di Aula Penerbit Erlangga Lt. II, Makassar, seminar ini sukses menyedot perhatian ratusan mahasiswa yang ingin belajar berbisnis sejak dini.
Suasana aula tampak dipadati oleh peserta yang duduk rapi menyimak jalannya acara. Pada momen tersebut, Bapak Syaiful Afdhal, S.E. selaku Supervisor Marketing Erlangga Makassar tengah berada di depan memberikan sambutan hangatnya, didukung visual proyektor yang menampilkan profil beliau di hadapan seluruh audiens.
Gugah Semangat Kemandirian Lewat Mimbar Akademik
Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony (MC) yang dilanjutkan dengan pembacaan Qalam Ilahi oleh Husein Bahesty secara khidmat. Guna membakar semangat nasionalisme sebelum memasuki materi, seluruh peserta yang hadir bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Sesi sambutan menjadi pembuka wawasan yang menarik. Pandangan strategis mengenai pentingnya dunia usaha disampaikan berturut-turut oleh Ketua STIMI YAPMI Makassar, Bapak Dr. Ibrahim Syah, SE., MM., serta Kaprodi PBI FTK UINAM, Dr. Sitti Nurpahmi, M.Pd. Keduanya menekankan bahwa bangku kuliah adalah waktu terbaik untuk mulai mencoba, gagal, dan bangkit dalam merintis usaha. Sesi pengantar ini kemudian dilengkapi oleh sambutan dari pihak mitra tempat acara, Bapak Syaiful Afdhal, S.E.
Navigasi Bisnis: Mengubah Peluang Menjadi Uang
Masuk ke agenda utama, suasana seminar menjadi semakin interaktif. Ibu Asni Sriwanti Lika, S.Pd., M.Pd. selaku Keynote Speaker memberikan paparan pembuka yang menggugah kesadaran mahasiswa tentang pentingnya memiliki mindset seorang bos bagi diri sendiri. Setelah pembacaan doa yang dipimpin oleh Ahmad Fuadi, panggung utama sepenuhnya diserahkan kepada pemateri inti.
Materi inti yang dikupas tuntas oleh Muh Anwar. HM. berhasil membius peserta. Beliau membagikan formula praktis mengenai bagaimana mahasiswa dapat menavigasi bisnis mandiri di tengah padatnya jadwal kuliah, memanfaatkan kreativitas untuk melahirkan produk inovatif, serta strategi agar bisnis yang dirintis memiliki daya saing yang kuat di pasar digital.
Antusiasme dan Kesan Positif Peserta
Manfaat besar dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta yang hadir. Siti Nur Anisa Nur, mahasiswi UIN Alauddin Makassar, mengungkapkan bahwa acara ini membuka cakrawala baru baginya mengenai peta persaingan bisnis modern.
“Lewat acara ini, kami mendapat banyak wawasan baru tentang tantangan dan peluang bisnis bagi mahasiswa di era digital dan AI. Ini sangat memotivasi saya untuk terus mengasah keterampilan, kreativitas, dan keberanian menghadapi perubahan masa depan,” ungkap Anisa penuh semangat.
Apresiasi senada juga datang dari Nadine, perwakilan mahasiswa STIMI YAPMI Makassar, yang memuji konsep acara serta kompetensi para pembicara yang dihadirkan.
“Acaranya seru dan keren banget! Narasumber yang dihadirkan betul-betul orang yang berpengalaman di bidangnya. Terima kasih banyak untuk seluruh panitia yang sudah mempersiapkan kegiatan sebagus ini,” tutur Nadine.
Melalui Studium Generale ini, para mahasiswa diharapkan tidak hanya pulang membawa sertifikat, tetapi membawa pulang ide bisnis segar dan keberanian untuk langsung memulai langkah pertama mereka sebagai entrepreneur masa depan.
Muhammad Asyrof





















Discussion about this post