BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG — Semangat berbagi ditunjukkan siswa-siswi Kelas XII 1 SMAN 10 Pinrang yang tergabung dalam angkatan Expostclass31 melalui aksi sosial bertajuk Jumat Berkah, Jumat (11/9/2026).
Di tengah kondisi cuaca yang terik dan suasana kemarau yang membuat suhu udara terasa menyengat, para siswa berinisiatif membagikan ratusan gelas es teh secara gratis kepada jemaah shalat Jumat di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut dipusatkan di area luar masjid sekolah dan dilaksanakan setelah jemaah menyelesaikan rangkaian ibadah shalat Jumat. Para siswa dengan penuh antusias menyiapkan serta membagikan minuman dingin kepada jemaah yang terdiri atas siswa, guru, tenaga kependidikan, serta warga sekolah lainnya.
Kehadiran es teh dingin di tengah teriknya cuaca siang itu mendapat sambutan positif dari para jemaah. Aksi sederhana tersebut dinilai menjadi bentuk kepedulian yang tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan di lingkungan sekolah.
Kegiatan Jumat Berkah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana siswa mampu menerjemahkan nilai-nilai kepedulian sosial ke dalam aksi nyata. Tidak sekadar mengikuti kegiatan seremonial, para siswa terlibat langsung sejak tahap perencanaan, penggalangan dana, persiapan bahan, hingga proses pembagian minuman kepada jemaah.
Seluruh biaya kegiatan dikumpulkan secara swadaya melalui iuran sukarela siswa Kelas XII 1. Langkah tersebut menunjukkan adanya rasa tanggung jawab dan kebersamaan di antara anggota kelas dalam mewujudkan kegiatan sosial yang mereka gagas sendiri.
Dalam pelaksanaannya, siswa juga berkolaborasi dengan pihak kantin sekolah untuk memastikan kebutuhan teknis, terutama penyediaan es batu dan proses penyiapan minuman, dapat berjalan dengan baik. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kelayakan sajian yang dibagikan kepada para jemaah.
Para siswa mengerjakan seluruh proses secara bergotong royong dengan pendampingan wali kelas, Murdani. Mulai dari meracik teh, menyiapkan gelas, menyediakan es, hingga melakukan pengemasan dan pembagian, seluruh tahapan dilakukan secara bersama-sama.
Ketua Kelas XII 1, Royal, yang menjadi salah satu penggerak kegiatan tersebut, mengatakan bahwa ide Jumat Berkah berawal dari kepedulian sederhana para siswa terhadap kondisi cuaca yang belakangan terasa cukup panas.
Menurutnya, para siswa kemudian sepakat memilih pembagian minuman dingin sebagai bentuk berbagi yang dinilai paling sesuai dengan kebutuhan jemaah setelah menunaikan shalat Jumat.
“Ide awalnya dari diskusi ringan teman-teman kelas yang merasakan betapa teriknya cuaca akhir-akhir ini. Kami sepakat bahwa membagikan es teh segar kepada jemaah usai shalat Jumat adalah hal yang paling pas. Syukurlah, berkat kerja sama teman-teman sekelas dan kolaborasi dari pihak kantin sekolah, semuanya bisa berjalan lancar,” ungkap Royal.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan memberikan minuman gratis, tetapi juga menjadi sarana bagi para siswa untuk belajar berbagi, bekerja sama, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Semangat para siswa mendapat respons positif dari para penerima manfaat. Salah seorang jemaah, Fadil Asri, mengaku senang dengan inisiatif yang dilakukan siswa Kelas XII 1 tersebut.
“Luar biasa segar rasanya. Cuaca siang ini memang sangat panas menyengat, jadi setelah selesai shalat Jumat dan keluar masjid langsung mendapat minuman dingin, rasanya sangat pas. Terima kasih untuk teman-teman Kelas XII 1 atas inisiatif dan kepeduliannya,” ujar Fadil.
Bagi para siswa, momen tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Mereka tidak hanya belajar mengenai pentingnya berbagi, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana sebuah kegiatan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Apresiasi juga datang dari Kepala SMAN 10 Pinrang, Hj. Ida Riliani, SE., M.Pd. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk penerapan pendidikan karakter yang dapat memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik.
Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter yang memiliki kepedulian, rasa empati, kemampuan bekerja sama, serta kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
“Ini adalah bentuk implementasi nilai-nilai empati, gotong royong, dan keikhlasan. Kami sangat mengapresiasi kepekaan anak-anak Expostclass31 yang mampu melihat situasi kemarau ini sebagai peluang untuk berbagi hal yang benar-benar dibutuhkan oleh jemaah setelah beribadah,” ujar Hj. Ida Riliani.
Ia berharap kegiatan positif yang lahir dari inisiatif siswa tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi peserta didik lainnya. Menurutnya, aksi sosial tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk kegiatan besar, tetapi dapat dimulai dari hal sederhana yang dilakukan dengan niat baik dan kepedulian.
Kegiatan Jumat Berkah Expostclass31 juga menjadi gambaran bahwa budaya gotong royong masih dapat tumbuh kuat di kalangan pelajar ketika diberikan ruang untuk berinisiatif dan berkreasi.
Bagi Expostclass31, pembagian ratusan gelas es teh tersebut bukan sekadar kegiatan berbagi minuman. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kelas tentang arti keikhlasan, kebersamaan, kepedulian, serta pentingnya menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Para siswa berharap Jumat Berkah dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan positif di lingkungan SMAN 10 Pinrang. Mereka juga berharap semangat berbagi dan kepedulian tersebut dapat menular kepada kelas-kelas lain, sehingga tercipta budaya sekolah yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai sosial dan kemanusiaan. (MLP)










