“Kami merasa masjid bukan hanya tempat salat, tapi juga tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menebar kebaikan,” ujar Rahmawati, salah satu warga yang rutin mengikuti kegiatan ini bersama keluarganya.
Dengan adanya kopi dan kue sebagai pelengkap, suasana setelah salat menjadi lebih santai dan akrab. Hidangan tersebut disiapkan secara gotong royong oleh ibu-ibu majelis taklim dan donatur lokal yang ingin turut andil dalam kegiatan masjid.
Tak hanya sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana dakwah yang efektif, terutama bagi kalangan muda yang kerap kali merasa jauh dari aktivitas masjid. Pendekatan yang santai dan akrab membuat mereka merasa diterima dan terlibat.
Pengurus masjid berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masjid-masjid lain untuk membuat inovasi serupa. Dengan pendekatan yang membumi, aktivitas keagamaan bisa dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat.
“Kami tidak hanya ingin membangun masjid secara fisik, tapi juga membangun jiwa dan kebersamaan umat,” ujar Ustaz H. Nurman, Ketua Pengurus Masjid Baburroyyan.
Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkala, dan pengurus masjid terbuka bagi siapa saja yang ingin turut berpartisipasi. Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap masjid menjadi fondasi utama dari inisiatif yang hangat ini.










