BeritaPers. Bolaromang || Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif Bolaromang secara resmi memulai rangkaian kegiatan keagamaan intensif. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas instruksi Kementerian Agama Republik Indonesia mengenai optimalisasi proses belajar mengajar yang bermuara pada penguatan moderasi beragama dan akhlakul karimah selama bulan puasa.
Berbeda dengan hari-hari biasa, kurikulum pembelajaran di kedua madrasah ini mengalami transformasi sementara menjadi format Pesantren Ramadan. Fokus utama dialihkan dari sekadar pencapaian kognitif akademik menuju pendalaman spiritual dan praktik ibadah harian.
Implementasi Instruksi Kementerian Agama
Kepala Madrasah menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini disusun berdasarkan panduan kurikulum Ramadan yang diterbitkan oleh Kemenag. Poin-poin utama yang ditekankan meliputi:
Penguatan Literasi Al-Qur’an: Setiap pagi diawali dengan program Tadarrus Bersama. Siswa MI difokuskan pada perbaikan makharijul huruf dan hafalan surah-surah pendek (Juz Amma), sementara siswa MTs ditargetkan untuk menyelesaikan khatam Al-Qur’an secara berkelompok.
Kajian Fiqih Ibadah: Untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai syariat, para guru memberikan materi khusus mengenai fiqih puasa, tata cara salat sunnah, hingga zakat fitrah. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya ikut-ikutan berpuasa, tetapi memahami esensi dan landasan hukumnya.

Pembiasaan Adab dan Akhlak: Melalui metode keteladanan, siswa diajarkan nilai-nilai kejujuran, kesabaran, dan empati sosial yang menjadi inti dari ibadah puasa.
Agenda Unggulan: Dari Shalat Duha hingga Bakti Sosial
Kegiatan harian di MI dan MTs Ma’arif Bolaromang dirancang sedemikian rupa agar tetap menarik dan tidak membosankan bagi siswa. Berikut adalah beberapa agenda rutin yang dilaksanakan:
Waktu Jenis Kegiatan Target Peserta
08.00 – 08.30 Shalat Duha Berjamaah & Zikir Seluruh Siswa
08.30 – 09.30 Tahsin dan Tahfidz Qur’an Kelas Bawah (MI) & MTs
09.30 – 10.30 Madrasah Klasikal (Materi Keislaman) Seluruh Siswa
10.30 – 11.30 Kultum (Kuliah Tujuh Menit) oleh Siswa Perwakilan Kelas. Ini merupakan implementasi nyata dari pendidikan karakter berbasis kepedulian sosial.
Semangat Belajar di Tengah Ibadah
Meski sedang menjalankan ibadah puasa, antusiasme siswa tampak tidak surut. Guru-guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih santai namun bermakna
“Kami ingin Ramadan tahun ini menjadi momentum bagi siswa untuk jatuh cinta kembali pada nilai-nilai agama. Sesuai arahan Kemenag, madrasah harus menjadi benteng moral sekaligus tempat yang menyenangkan untuk menimba ilmu, bahkan saat berpuasa,” ujar salah satu tenaga pendidik di MTs Ma’arif Bolaromang.
Dengan adanya pembekalan keagamaan yang terstruktur ini, diharapkan lulusan MI dan MTs Ma’arif Bolaromang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kokoh serta siap menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.






















Discussion about this post